BRI REI Expo 2023 di Medan Jadi Titik Balik Pasar Hunian Sumut
Pasar properti di Sumatera Utara mulai menunjukkan denyut yang lebih hidup setelah lama tertahan. Gelaran BRI REI Expo Property Sumut 2023 di Atrium Plaza Medan Fair hadir bukan sekadar sebagai pameran, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara kebutuhan masyarakat dan penawaran dari para pengembang. Di tengah pilihan rumah subsidi dan non-subsidi, ajang ini membuka peluang lebih luas bagi calon pembeli yang selama ini menunggu momentum yang tepat untuk membeli hunian.
36 Developer Bertemu Calon Pembeli di Medan
Pameran yang mempertemukan 36 developer dengan para calon konsumen ini menandai kembalinya aktivitas promosi properti secara lebih terbuka di Sumut setelah vakum tiga tahun. Ketua DPD REI Sumut, Andi Atmoko Panggabean, menilai industri properti di daerah ini masih bergerak, meski sempat terpukul pandemi dan berbagai kebijakan pemerintah yang berdampak pada penjualan.
Menurut Atmoko, periode 2020 hingga 2022 menjadi masa yang berat bagi pasar perumahan. Karena itu, pameran seperti ini dianggap penting untuk kembali menghidupkan minat beli masyarakat sekaligus mendorong transaksi yang sempat melambat.
Target Penjualan Masih Dikejar di Tengah Tahun Politik
Atmoko mengungkapkan bahwa target ideal penjualan properti di Sumut berada di kisaran 20 ribu hingga 25 ribu unit per tahun. Namun pada 2023, target tersebut turun menjadi 15 ribu unit. Meski begitu, ia tetap melihat peluang pemulihan pada 2024, walaupun tahun depan bertepatan dengan tahun politik yang biasanya membuat sebagian pasar cenderung berhati-hati.
Ia juga menyoroti bahwa sektor perumahan punya efek berantai yang besar. Selain mendorong aktivitas konstruksi, industri ini ikut menggerakkan banyak sektor lain, mulai dari tenaga kerja, pajak, hingga kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Insentif Pemerintah dan Peran BRI Menjadi Penopang
Napak tilas pasar properti yang mulai bergerak kembali tidak lepas dari dukungan pemerintah. Salah satu insentif yang dinilai membantu adalah PPN ditanggung pemerintah untuk pembelian rumah di bawah Rp2 miliar yang berlaku hingga Juni 2024. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan biaya administratif sebesar Rp4 juta bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga 2024.
Atmoko menyebut kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat penjualan dan membantu mengurangi backlog perumahan yang masih mencapai 12,1 juta unit. Di sisi lain, CEO BRI Medan, Haris Hartanto, menegaskan komitmen BRI untuk mendukung industri properti melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, baik untuk rumah subsidi maupun non-subsidi.
Waktu yang Dinilai Tepat untuk Membeli Rumah
Ketua Umum DPP REI Indonesia, Joko Suranto, menilai 2023 merupakan momentum yang baik untuk membeli rumah karena harga properti relatif tidak mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir akibat pandemi. Ia juga mengingatkan bahwa pada 2035 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 304 juta jiwa, dengan sekitar 66 persen tinggal di wilayah perkotaan.
Dengan proyeksi seperti itu, rumah dipandang bukan lagi sekadar barang investasi, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup keluarga. Pameran yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 7 November 2023 ini menargetkan transaksi hingga Rp50 miliar, sekaligus menjadi ukuran seberapa cepat pasar hunian Sumut bisa kembali bergerak lebih agresif.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





