Tawanan di Gaza Tidak Disiksa oleh Hamas

by -597 Views

Para tawanan Israel yang dibebaskan dari Gaza dilaporkan tidak mengalami penyiksaan maupun perlakuan buruk selama berada dalam tahanan Hamas. Informasi itu disampaikan media Israel pada Senin, 27 November, berdasarkan keterangan sejumlah keluarga tawanan yang telah lebih dulu dipulangkan.

Keterangan keluarga tawanan

Channel 12 Israel melaporkan bahwa para kerabat tawanan yang ditemui menyebut anggota keluarganya diperlakukan dengan relatif baik. Mereka menegaskan tidak ada tanda-tanda penyiksaan atau kekerasan selama masa penahanan di Gaza. Meski begitu, kondisi para tawanan disebut tetap berat karena keterbatasan pasokan makanan.

Saluran tersebut menyebut dalam dua pekan terakhir Gaza nyaris kehabisan bahan pangan, sehingga para tawanan harus bertahan dengan porsi yang sangat minim. “Dalam dua pekan terakhir, Gaza hampir kehabisan bahan makanan, sehingga mereka harus bertahan dengan sedikit nasi, dan mereka sangat kelaparan,” demikian laporan Channel 12.

Makanan terbatas, berat badan turun

Seorang dokter Israel yang memeriksa para tawanan yang dibebaskan mengatakan mereka selama ini bergantung pada nasi, kacang-kacangan, dan roti. Ia juga menyebut sejumlah tawanan mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis.

“Salah satu tawanan kehilangan berat badannya sebesar 20 kilogram, yang satu kehilangan 9 kilogram, dan yang lainnya kehilangan 12 kilogram,” kata dokter tersebut.

Israel sendiri masih melarang para tawanan yang dibebaskan untuk berbicara kepada media. Namun, beberapa anggota keluarga yang enggan disebut namanya tetap memberikan keterangan kepada pers. Para tawanan di Gaza juga disebut diizinkan mendengarkan siaran radio Israel selama masa penahanan.

Jeda kemanusiaan dan pertukaran tawanan

Pada 24 November, gencatan senjata yang menjadi jeda kemanusiaan antara Israel dan faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza mulai berlaku pukul 07.00 waktu setempat. Kesepakatan itu mencakup pembebasan 50 tawanan Israel dari Gaza dengan imbalan pembebasan 150 warga Palestina, disertai masuknya ratusan truk bantuan kemanusiaan, bantuan medis, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kabar terbaru menyebut gencatan senjata di Jalur Gaza resmi diperpanjang dua hari ke depan. Sementara itu, serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 14.854 warga Palestina, termasuk 6.150 anak-anak dan lebih dari 4.000 perempuan, menurut otoritas kesehatan setempat. Di pihak Israel, korban tewas dilaporkan mencapai 1.200 orang. (inilah/pel/d1)