DPR Merekomendasikan Penundaan Penyediaan Vaksin Covid-19 Berbayar Hingga Februari 2024

by -37 Views

Komisi IX DPR RI Mengusulkan Penundaan Vaksin Covid-19 Berbayar Hingga Februari 2024

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi IX DPR RI mengusulkan pelaksanaan vaksin Covid-19 berbayar dapat ditunda sampai Februari 2024. Usulan ini disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto.

Menurut Edy, penundaan vaksin Covid-19 berbayar ini melihat situasi Covid di Indonesia yang sedang naik, terutama penyebaran varian JN.1. Terlebih lagi, ada potensi puncak kasus Covid selepas libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

“Dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 yang berpotensi berlangsung hingga beberapa minggu setelah momen Natal dan Tahun Baru, rencana vaksin berbayar ini layak dipikirkan lagi,” terang Politisi PDI Perjuangan dalam pernyataan resmi melansir Health Liputan6.com pada Selasa (2/1).

“Kewajiban pembiayaan vaksin oleh masyarakat penting untuk dipertimbangkan kembali. Dengan ini, maka masyarakat kembali antusias untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Informasi Vaksin Covid-19 Berbayar Belum Masif

Edy merujuk aturan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Nomor IM.02.04/C/4864/2023 tertanggal 15 Desember 2023, yang mencantumkan vaksinasi Covid berbayar belum diketahui masyarakat secara umum.

“Tidak masifnya informasi ini dikarenakan aturan tersebut baru keluar pertengahan Desember dan tidak ada sosialisasi,” lanjutnya.

Vaksin Covid Mandiri Bisa Disubsidi

Edy Wuryanto turut mengusulkan dalam pembiayaan vaksin Covid-19 ini mempertimbangkan beberapa aspek. Misalnya, bisa mengacu daya beli peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Daya beli peserta mandiri kelas 3 yang iurannya disubsidi Pemerintah Rp7.000 per orang per bulan harus dipertimbangkan. Saya berharap pembiayaan vaksin untuk peserta mandiri kelas 3 pun bisa disubsidi, sehingga mereka mampu membiayai vaksinasi tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Edy meminta perusahaan untuk membiayai vaksinasi Covid bagi pekerja. Begitu juga Pemerintah yang dapat membiayai vaksinasi Covid-19 untuk ASN dan keluarganya.

“Vaksinasi ini harus didukung banyak pihak seperti awal Covid-19 dulu,” ucapnya. (wol/liputan6/pel/d2)