Letnan Jenderal KKO (Purn) Ali Sadikin

by -44 Views

Letnan Jendral KKO (Purn.) Ali Sadikin adalah sosok TNI yang sangat menonjol dan terkenal pada zamannya. Dia merupakan tokoh Marinir dan tokoh Angkatan Laut Indonesia yang sangat terkemuka pada masa ketika pasukan Marinir Indonesia masih dikenal dengan nama Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL).

Pak Ali Sadikin terkenal sebagai perwira pertempuran yang sangat berani dan karismatik. Namanya sangat terkenal di seluruh negeri saat beliau menjabat sebagai komandan batalyon dengan pangkat kapten pada usia muda 26 tahun.

Beliau terlibat dalam pendaratan KKO di Minahasa, Sulawesi Utara dalam operasi penumpasan Permesta. Pasukan KKO melakukan pendaratan amfibi di luar Kota Manado dan batalyon yang dipimpin oleh Ali Sadikin berhasil menjadi pionir dalam perebutan Kota Manado dari pihak Permesta. Selama itu, operasi RPKAD juga terjun dan merebut lapangan terbang Mapanget, sekarang diketahui sebagai Bandara Sam Ratulangi.

Setelah Kota Manado direbut oleh pasukan TNI, tahap selanjutnya adalah gerakan TNI untuk merebut kedudukan Permesta di kedalaman Minahasa. Pasukan TNI harus naik ke ketinggian untuk masuk ke kedalaman Minahasa dari Kota Manado, dan satu-satunya jalan menuju Minahasa adalah melalui Kinilow. Di sinilah pasukan TNI berusaha terobos pertahanan Permesta tetapi gagal. Setelah banyak gagal, pasukan Ali Sadikin berhasil menyerang pasukan Permesta dari belakang melalui jalur tikus dan memenangkan pertempuran tersebut.

Atas prestasinya tersebut, dia dinaikkan pangkat menjadi mayor. Ali Sadikin menjadi Brigadir Jenderal KKO termuda pada masanya, dikenal sebagai ‘the boy general’, menjadi Jenderal KKO di usia 35 tahun.

Pak Ali Sadikin juga sempat menjadi komandan KKO, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim, dan Gubernur DKI. Dia menjadi salah satu favorit Bung Karno.

Prabowo Subianto mengenal Pak Ali Sadikin saat beliau menjabat Gubernur DKI. Ayahnya, Profesor Soemitro, waktu itu menjadi Menteri Perdagangan di kabinet Pak Harto. Mereka berdua sering makan siang bersama dan Prabowo Subianto mendengar bahwa Pak Ali Sadikin, Pak Mitro, Pak Muhammad Jusuf, dan Pak Ibnu Sutowo merupakan kelompok pertemanan dalam pemerintahan. Meskipun berasal dari aliran politik yang berbeda, mereka memiliki pandangan nasionalis dan ingin memajukan ekonomi Indonesia.

Sumber: https://prabowosubianto.com/letnan-jenderal-kko-purn-ali-sadikin/

Source link