Pelatih Kapten (Purn) Abdullah Haruman

by -39 Views

Oleh: Prabowo Subianto [diambil dari Buku Kepemimpinan Militer 1: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto]

Di antara para bintara yang paling memengaruhi saya adalah Haruman. Saya mengenalnya ketika beliau menjadi Bintara Peleton di Grup 1 Parako dengan pangkat Serka. Beliau memiliki sabuk hitam karate, sebagai pelatih senior di PPS Betako Merpati Putih, ahli menembak senapan, dan sangat terampil dalam taktik antigerilya dan teknik bertempur.

Meskipun tidak dalam satu kompi, kami berada bersama dalam Grup 1 Parako. Beliau ikut membina kami, para perwira, dalam pelatihan karate, Merpati Putih, dan menembak.

Sekalipun secara organik beliau tidak pernah menjadi bagian dari pasukan saya, baik di peleton atau kompi, dalam penugasan Tim Nanggala 10 saat operasi di Timor Timur pada tahun 1976, kami pernah melakukan gerakan bersama.

Dalam beberapa aksi, saya sering kali berdekatan dengan Haruman. Saya lupa konteksnya, tetapi saya ingat kami pernah berada pada posisi paling depan. Akhirnya, kami menjadi ujung tombak gerak maju pasukan.

Saya masih ingat betul, ketika terjadi aksi tembak-menembak dengan musuh, beliau mengajarkan kepada saya teknik tembak gerak. Beliau selalu berpesan kepada saya untuk menyusul ketika dia sudah sampai pada sebuah pohon tertentu. Dan ketika dia sudah menembak, saya diminta dengan cepat mencapai pohon tersebut.

Beliau tenang, berani, keren, dan memberi arahan meskipun kami memiliki pangkat lebih tinggi. Saat perebutan wilayah Lebos, beliau berada pada posisi paling depan. Beliau merayap hingga ke tempat penjaga musuh. Tanpa suara tembakan, beliau merebut senjata dan mematahkan leher musuh secara diam-diam di kegelapan malam. Kami melihat tindakan beliau secara langsung.

Haruman adalah seorang bintara yang sangat unggul. Saya merasa benar-benar dididik dan dilatih oleh seorang bintara. Bukan hanya dalam latihan, tetapi dalam aksi sesungguhnya, yaitu dalam operasi. Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman tersebut.

Saya menyimpulkan bahwa tentara yang unggul di medan perang umumnya juga unggul di masa damai, terutama dalam seni bela diri dan menembak. Itu adalah dua keterampilan dasar yang harus dikuasai semua prajurit Angkatan Darat. Bagi para perwira muda yang bercita-cita menjadi perwira komando yang baik, Anda harus melatih anak buah Anda dalam seni bela diri dan keterampilan menembak. Jika mereka baik dalam menembak, dan ahli dalam seni bela diri, mereka akan menjadi tentara yang baik. Keberanian harus diajarkan dan ditanamkan dalam diri prajurit melalui latihan yang realistis. Seni bela diri melatih manusia untuk berani, mampu mengatasi rasa takut, dan menahan rasa sakit.

Sumber: https://prabowosubianto.com/pelatih-kapten-purn-abdullah-haruman/

Source link