Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Hari Senin (26/2) – Waspada Online

by -82 Views

JAKARTA, Waspada.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan berfluktuasi namun akan ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (23/2), seiring dengan meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil hingga Juni 2024.

Pada penutupan perdagangan Kamis (22/2), rupiah menguat 0,29% atau 45,5 poin ke level Rp15.589 per dolar AS. Di waktu yang sama, indeks mata uang Negeri Paman Sam terpantau ambles 0,37% di posisi 103,62.

Mayoritas mata uang Asia terpantau kompak menguat terhadap dolar AS. Misalnya, yen Jepang menguat 0,17%, dolar Singapura melesat 0,30%, dolar Taiwan naik 0,07%, won Korea menguat 0,46%, dan peso Filipina naik 0,42%. Selanjutnya, yuan China naik 0,05%, ringgit Malaysia melompat 0,40%, baht Thailand menguat 0,33%, dan rupee India naik 0,10%. Hanya dolar Hongkong yang melemah tipis 0,01%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, risalah pertemuan The Fed pada akhir Januari 2024, yang dirilis pada hari Rabu (21/2) menunjukkan bahwa bank sentral AS tidak terburu-buru untuk mulai menurunkan suku bunga lebih awal.

Alhasil, komentar pejabat The Fed tersebut membuat sebagian besar pelaku pasar menghapus ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Maret dan Mei 2024, sekaligus meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil pada bulan Juni 2024.

“Alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang memperkirakan peluang sebesar 53,6% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni, dan peluang sebesar 28,7% agar suku bunga tetap stabil. Yang terakhir ini naik dari peluang 19,7% yang terlihat minggu lalu,” ujar Ibrahim dalam riset Jumat, (23/2).

Lebih lanjut dia mengatakan, investor menunggu apakah pemerintah China akan meluncurkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut. Sejumlah langkah dukungan dari pemerintah China telah mendorong peningkatan komoditas dalam beberapa sesi terakhir. Pasalnya, perekonomian China melemah selama tiga tahun terakhir.

Dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik dari prakiraan, yakni di kisaran 4,7%-5,5% pada tahun ini. Pada kuartal IV/2023, pertumbuhan tercatat sebesar 5,04% year-on-year (yoy), meningkat dari 4,94% yoy pada kuartal sebelumnya. Alhasil secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi RI tahun 2023 mencapai 5,05% yoy.

Adapun dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (21/2) suku bunga acuan atau BI Rate resmi ditahan di level 6%. “Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah diprediksi fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp15.550-Rp15.620,” pungkas Ibrahim. (wol/bisnis/ari/d1)