Prioritas PGN dalam Menjamin Keberlanjutan Bisnis dan Meningkatkan Pemanfaatan Gas Domestik

by -35 Views

Jakarta, Waspada.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), sedang melaksanakan serangkaian inisiatif strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan sumber energi domestik melalui pemanfaatan gas bumi.

Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, menyatakan bahwa sebagai perusahaan yang telah membangun dan mengelola infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia, PGN telah mengambil peran yang dominan dalam menjadikan gas bumi sebagai salah satu sumber energi utama terutama pada era transisi energi di Indonesia.

Peran tersebut dijalankan PGN antara lain dengan menyalurkan gas bumi dari berbagai sumber pasokan di berbagai wilayah Indonesia kepada berbagai segmen konsumen yang tersebar dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

“Selain memenuhi kebutuhan sektor strategis seperti kelistrikan, pupuk, dan petrokimia, gas bumi PGN juga dialirkan ke ribuan industri mulai dari UMKM hingga industri besar. PGN juga menjadi penggerak utama pembangunan jaringan gas (jargas) ke rumah tangga yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan LPG,” ujarnya, Selasa (10/3).

PGN memiliki tiga strategi prioritas yang akan menjadi kunci utama perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis di masa depan. Grow, Adapt & Step out (GAS) menjadi strategi PGN dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis energi yang sangat dinamis.

“Sebagai bagian dari BUMN, PGN juga akan terus berkomitmen dalam mendukung peningkatan penggunaan gas bumi sebagai sumber energi domestik yang memberikan banyak manfaat bagi bangsa kita,” katanya.

Menurut Arief, tiga strategi prioritas tersebut pertama, Grow – PGN akan terus memperkuat dan mengembangkan layanan bisnis yang ada saat ini untuk memastikan setiap layanan kepada pelanggan berjalan dengan baik dan mendorong kinerja perusahaan terus tumbuh positif.

Beberapa inisiatif yang telah dilakukan dan akan dilakukan PGN antara lain membangun sejumlah infrastruktur gas seperti penyaluran gas dari Jambaran Tiung Biru (JTB) ke Petrokimia Gresik, proyek pipa WNTS – Pemping yang bertujuan untuk mengoptimalkan gas dari West Natuna, dan proyek Kilang Tuban yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional.

“PGN berusaha mencapai target pertumbuhan panjang infrastruktur gas bumi nasional dengan penambahan 11 ribu km pada tahun 2034. Secara bisnis, partisipasi PGN dalam proyek-proyek strategis tersebut akan mendorong pertumbuhan konsumsi gas dalam jumlah yang besar. Sementara dengan banyaknya perusahaan besar yang beralih ke gas, PGN juga membantu dalam proses transisi energi menuju emisi netral. Dua hal tersebut adalah aspek fundamental bagi masa depan PGN,” ujar Arief.

Masih dalam upaya untuk memperkuat bisnis, perusahaan juga terus memperluas jaringan gas (jargas) bagi rumah tangga. Pada tahun 2024, PGN menargetkan untuk membangun perluasan sambungan rumah tangga sebanyak 200 ribu sambungan rumah tangga. Perseroan juga sedang dalam tahap pembangunan proyek jargas di IKN, sehingga ditargetkan pengguna jargas dalam setahun ke depan sudah mencapai 1 juta rumah tangga.

Arief juga mengungkapkan bahwa bisnis PGN dalam mendukung sektor hulu migas juga terbukti memberikan dampak bisnis yang besar. Salah satunya adalah proyek pipa minyak Rokan. Direncanakan pada tahun ini, PGN juga akan berpartisipasi dalam membangun infrastruktur pipa Cikampek – Plumpang. Peran strategis ini diharapkan akan meningkatkan kinerja PGN secara keseluruhan.

“Strategi prioritas kedua adalah Adapt di mana PGN akan terus beradaptasi dengan perubahan bisnis dan mengoptimalkan setiap peluang yang ada di pasar. Salah satu langkah inisiatif yang dilakukan PGN adalah dengan mengembangkan bisnis LNG sebagai salah satu sumber pasokan gas bumi bagi PGN,” jelasnya.

“Kami akan terus beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang terus berubah, baik domestik maupun global. LNG akan menjadi fokus perusahaan mengingat bahwa di masa depan, sumber utama gas domestik adalah LNG. Itulah sebabnya, kami terus melakukan sosialisasi kepada para pelanggan kami mengenai potensi perubahan portofolio sumber gas yang tentunya akan berdampak kepada seluruh rantai layanan gas bumi nasional,” tutur Arief.

Strategi prioritas ketiga PGN adalah Step out, di mana PGN akan mulai merintis ke segmen bisnis baru yang berkaitan dengan gas bumi. Salah satu inovasi yang dilakukan PGN adalah dengan memasuki bisnis bahan kimia seperti pabrik petrokimia dan pengolahan gas menjadi bahan kimia dasar seperti amonia dan metanol.

“Gas to chemicals ini sangat strategis untuk segera dijalankan pada fase awal PGN dengan berpartisipasi, salah satunya di pabrik petrokimia. Terdapat potensi besar dari sektor ini sehingga diharapkan ke depannya dapat meningkatkan pemanfaatan gas dalam volume yang besar dan tentunya merupakan bentuk upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik,” katanya.

PGN juga berencana untuk membangun infrastruktur dan komersialisasi biometana sebagai gas terbarukan yang dapat dihasilkan dari pengolahan lebih lanjut dari biogas. Rencana ini juga merupakan komitmen dan dukungan PGN terhadap pencapaian target bauran energi nasional. Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menetapkan bahwa porsi gas dalam bauran energi Indonesia akan meningkat dari 22% pada tahun 2030 menjadi 24% pada tahun 2050. (wol/eko/d1)

Editor: Ari Tanjung