PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat kinerja positif dengan adanya peningkatan laba bersih pada kuartal pertama tahun 2025. Laba bersih BTN mencapai Rp904 miliar, naik 5,1% secara tahunan dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh penyaluran kredit yang konsisten dan fundamental keuangan yang terjaga. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa penyaluran kredit terutama di sektor perumahan, baik Subsidi maupun Non-Subsidi, turut menopang kinerja perseroan. Penyaluran kredit BTN pada kuartal I-2025 mencapai Rp363,11 triliun, dengan pertumbuhan signifikan terutama pada program KPR Subsidi dan Non-Subsidi.
Strategi pengembangan kredit dan pembiayaan BTN diharapkan mampu memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, kerja sama BTN dengan investor asal Qatar untuk pembangunan satu juta unit hunian di Indonesia juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit BTN. Dalam menghadapi tantangan likuiditas dan biaya dana yang masih tinggi, BTN mencatat pertumbuhan di segmen kredit bermargin tinggi seperti KUR, KAR, dan KRING. Selain itu, upaya perolehan dana murah dari tabungan dan giro (CASA) serta inisiatif digital channel semakin memperkuat posisi BTN dalam mengembangkan pendanaan jangka panjang.
Selain kinerja BTN, BTN Syariah juga tercatat meningkatkan laba bersihnya menjelang pemisahan menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Pembiayaan dan DPK BTN Syariah turut naik, yang akan menjadi bekal yang solid dalam menghadapi perubahan menjadi BUS. Dengan menjaga stabilitas dan konsistensi pertumbuhan bisnis, BTN optimistis dapat mencapai target aset sebesar Rp500 triliun pada akhir tahun 2025. Semua pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi BTN dalam memperkuat posisi sebagai bank yang tidak hanya memberikan layanan finansial, namun juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.





