Zeekr 9X: SUV Hybrid Premium yang Mengincar Kelas Rolls-Royce
Zeekr kembali mengubah peta persaingan mobil premium lewat 9X, sebuah model yang bukan cuma menjadi tambahan lini produk, tetapi juga sinyal bahwa merek di bawah naungan Geely ini mulai berani naik kelas. Selama ini Zeekr lebih sering diasosiasikan dengan mobil berukuran lebih kompak dan berkarakter elektrifikasi penuh. Namun, 9X hadir dengan pendekatan berbeda: besar, mewah, dan jelas diarahkan untuk menantang nama-nama mapan seperti Mercedes-Benz GLS dan BMW X7.
Desain yang Sengaja Dibuat Berwibawa
Dari tampilan luar, Zeekr 9X langsung memberi kesan mahal. Wajah depannya punya proporsi yang sekilas mengingatkan pada Rolls-Royce Cullinan, meski Zeekr tetap berupaya menjaga identitasnya sendiri agar tidak jatuh menjadi sekadar tiruan. Garis bodi yang tegas, trim logam di sisi samping, dan postur besar membuat SUV ini terlihat lebih kokoh sekaligus elegan. Di titik ini, Zeekr tampak tidak hanya menjual teknologi, tetapi juga sedang membangun bahasa desain yang mengarah ke kemewahan kelas atas.
Hybrid Pertama Zeekr dengan Tenaga yang Tidak Main-Main
Nilai paling penting dari 9X justru ada pada sektor penggerak. Ini adalah plug-in hybrid pertama Zeekr, langkah yang cukup signifikan bagi merek yang sebelumnya lekat dengan mobil listrik murni. Di balik kap mesin, Zeekr menempatkan mesin empat silinder turbo 2,0 liter yang dipasangkan dengan gearbox tiga percepatan. Kombinasi tersebut kemudian didukung dua motor listrik, dengan output total sekitar 885 tenaga kuda. Angka ini jelas menempatkan 9X bukan hanya sebagai SUV mewah, tetapi juga sebagai model yang serius mengejar performa.
Jarak Tempuh dan Pengisian yang Jadi Daya Tarik
Dalam pengujian di China, Zeekr 9X diklaim mampu menempuh 236 mil atau sekitar 380 km. Dukungan arsitektur listrik 900 volt juga membuat proses pengisian daya jauh lebih efisien. Dari 20 persen ke 80 persen, baterai diklaim bisa terisi hanya dalam sekitar 9 menit. Untuk pasar SUV premium, kecepatan ini menjadi nilai jual yang sangat kuat karena menjawab salah satu kekhawatiran utama pengguna: waktu tunggu yang terlalu lama.
Teknologi Jadi Senjata Utama
Zeekr juga melengkapi 9X dengan suspensi udara dua ruang dan sistem bantuan pengemudi Level 3. Dua fitur ini menunjukkan bahwa SUV ini memang disiapkan untuk menawarkan dua hal sekaligus: kenyamanan berkendara dan rasa aman dalam paket yang mewah. Di pasar China, PHEV seperti ini masih punya tempat yang besar, terutama bagi konsumen yang ingin transisi ke elektrifikasi tanpa sepenuhnya bergantung pada baterai.
Zeekr sebenarnya punya opsi lain jika ingin membawa 9X ke arah yang berbeda, termasuk mobil listrik murni atau EREV. Namun, pilihan plug-in hybrid tampaknya lebih masuk akal untuk saat ini. Sementara itu, bagi konsumen yang mencari model Zeekr berbasis baterai tanpa format SUV, perusahaan sudah menyiapkan minivan BEV. Melihat sambutan positif untuk 7X di Eropa, Zeekr tampaknya makin percaya diri bahwa strategi produknya bukan hanya relevan di China, tetapi juga punya peluang bersaing di panggung global.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





