Optimizing MBG Implementation: IPO Survey Shows Positive Feedback

by -208 Views

Optimalkan Implementasi MBG, Survei IPO Menunjukkan Respons Publik yang Positif

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto rupanya mendapat sambutan cukup kuat dari masyarakat. Berdasarkan survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO), mayoritas publik menilai pelaksanaan program ini berjalan baik, sekaligus mencerminkan adanya kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.

MBG Dinilai Berjalan Baik oleh Mayoritas Responden

Dalam hasil survei tersebut, 68 persen responden menyatakan pelaksanaan MBG sudah berjalan baik. Tak hanya itu, 60 persen mengaku puas terhadap program tersebut, sementara 19 persen menyatakan tidak puas. Angka ini menunjukkan bahwa MBG belum sepenuhnya lepas dari kritik, tetapi penerimaan publik tetap berada pada level positif.

Program ini menjadi sorotan karena dipersepsikan langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Di tengah perhatian publik terhadap isu kesejahteraan, hasil survei IPO menempatkan MBG sebagai salah satu program yang cukup berhasil membangun optimisme.

Efisiensi Anggaran Juga Menuai Dukungan Besar

Selain MBG, kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah juga mendapat penilaian baik dari responden. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025, pemerintah meminta kementerian dan lembaga melakukan pemangkasan belanja dengan target penghematan sebesar Rp 306,6 triliun. Kebijakan ini rupanya diterima dengan cukup positif oleh publik.

Survei IPO mencatat 77 persen responden mendukung langkah efisiensi tersebut, dan 72 persen di antaranya menyatakan puas. Dukungan ini memperlihatkan bahwa kebijakan penghematan anggaran dipandang sebagai langkah yang relevan, terutama ketika pemerintah dituntut menjaga ruang fiskal tetap sehat.

Kinerja Prabowo Masih Memiliki Modal Kepercayaan

Secara umum, 81 persen masyarakat Indonesia menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto sejak mulai menjabat pada Oktober 2024. Kepuasan itu didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari ketegasan keputusan, otoritas kepemimpinan, komitmen melawan korupsi, hingga pengalaman Prabowo dalam pemerintahan.

Meski begitu, 19 persen responden masih menyampaikan ketidakpuasan. Sorotan terbesar datang dari isu pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan, dua hal yang tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah untuk menjaga sentimen publik tetap positif.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menilai hasil survei itu menunjukkan publik masih menyimpan harapan besar terhadap kepemimpinan Prabowo. Menurut dia, pemerintah perlu memprioritaskan kebijakan yang pro-rakyat agar stabilitas sosial dan ekonomi tetap terjaga.

Survei IPO dilakukan pada 22 hingga 28 Mei 2025 dengan melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling (MRS) agar hasilnya representatif.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.