Prabowo’s Construction Boost: Singapore Public Housing Model

by -254 Views

Presiden Prabowo Subianto pulang dari lawatan resmi ke Singapura dengan membawa lebih dari sekadar agenda diplomatik. Salah satu hal yang paling menonjol dari kunjungan itu adalah perhatiannya pada sistem perumahan publik Singapura, yang dinilai berhasil menjawab kebutuhan hunian warga secara luas, tertata, dan berkelanjutan. Di mata Prabowo, model tersebut bukan hanya menarik, tetapi juga layak dipelajari untuk mempercepat penyediaan rumah terjangkau di Indonesia.

Perumahan Singapura Jadi Cermin bagi Indonesia

Prabowo menilai kebutuhan rumah layak di Indonesia harus dijawab dengan langkah yang lebih cepat, jelas, dan terukur. Pemerintah, kata dia, menargetkan pembangunan satu juta rumah terjangkau serta unit hunian vertikal atau rusun pada 2025. Target ini menjadi bagian dari dorongan agar masyarakat memiliki pilihan tempat tinggal yang tidak hanya bergantung pada rumah tapak, tetapi juga hunian yang efisien untuk wilayah perkotaan.

Ketertarikan Prabowo pada kebijakan perumahan Singapura tidak berhenti pada hasil akhirnya. Ia melihat keberhasilan itu lahir dari sistem yang konsisten dan dijalankan secara disiplin. Bagi Prabowo, ketika suatu kebijakan mampu bertahan dan bahkan dijadikan rujukan negara lain, itu menjadi tanda bahwa model tersebut memang bekerja dan memberi manfaat nyata.

Danantara dan Jejak Temasek

Selain urusan perumahan, Prabowo juga menyinggung Temasek, lembaga investasi milik negara Singapura yang disebut menjadi salah satu inspirasi lahirnya Danantara di Indonesia. Lembaga ini dirancang untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah agar memberi dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Prabowo menggambarkan Danantara sebagai energi masa depan Indonesia dan sesuatu yang penting bagi generasi mendatang. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan aset dan investasi negara tidak hanya bergerak untuk kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi fondasi ekonomi yang lebih kuat di masa depan.

Kerja Sama Energi Hijau Makin Erat

Lawatan ke Singapura juga menghasilkan penguatan kerja sama di sektor energi hijau. Indonesia dan Singapura menandatangani nota kesepahaman atau MoU yang mencakup perdagangan listrik bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon, serta pengembangan zona industri hijau.

Kesepakatan ini diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menyiapkan infrastruktur masa depan. Di saat yang sama, kerja sama tersebut memperdalam hubungan bilateral kedua negara, terutama pada sektor yang makin strategis di kawasan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.