Prabowo Affirms Indonesia’s Non-Aligned Path Amid Global Tensions

by -214 Views

Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap di Jalur Non-Blok di Tengah Memanasnya Geopolitik Dunia

Di saat rivalitas negara besar kembali menekan banyak negara untuk memilih kubu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ikut terseret ke dalam blok mana pun. Ia menempatkan kerja sama, bukan konfrontasi, sebagai pilihan utama Indonesia dalam menghadapi dunia yang makin rapuh oleh ketegangan geopolitik.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Konferensi Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg 2025. Di forum tersebut, ia menyoroti bahwa menjaga sikap non-blok kini bukan perkara mudah, tetapi tetap harus dipertahankan jika Indonesia ingin konsisten dengan arah politik luar negerinya.

Indonesia Pilih Merangkul, Bukan Memihak

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia menghormati kekuatan-kekuatan besar dunia, sekaligus tetap memberi perhatian pada negara-negara tetangga di kawasan. Menurut dia, hubungan antarnegeri seharusnya dibangun di atas kepentingan bersama, bukan permusuhan yang justru memperbesar risiko konflik.

Ia juga menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai sebagai syarat untuk menciptakan kemakmuran. Dalam pandangannya, dunia yang saling terhubung tidak memberi ruang bagi sikap saling curiga yang berlebihan. Justru, kata dia, diplomasi dan kerja sama menjadi jalan paling masuk akal ketika ketegangan global terus meningkat.

Prinsip Bebas dan Aktif Tetap Jadi Arah Utama

Isi pernyataan Prabowo sekaligus mempertegas kembali doktrin politik luar negeri Indonesia yang dikenal sebagai “bebas dan aktif”. Prinsip ini menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak terikat pada satu kekuatan tertentu, namun tetap aktif berperan dalam menjaga stabilitas internasional.

Dengan pendekatan itu, Indonesia tetap memiliki ruang untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak tanpa kehilangan kemandirian sikap. Prabowo memberi sinyal bahwa arah tersebut tidak berubah meski tekanan global untuk berpihak kian kuat dan lanskap politik dunia terus bergerak cepat.

BRICS dan Sinyal Keseimbangan Diplomasi

Dalam konteks yang lebih luas, keterlibatan Indonesia dalam BRICS juga memperlihatkan upaya Jakarta menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian. Langkah itu menunjukkan bahwa Indonesia ingin memperluas jangkauan diplomasi, tetapi tetap berada dalam koridor kebijakan luar negeri yang tidak memihak.

Melalui pidatonya di St. Petersburg, Prabowo mengirim pesan yang jelas: Indonesia tidak berniat menjadi bagian dari persaingan blok kekuasaan. Di tengah dunia yang makin terpolitisasi, Jakarta memilih jalur dialog, kerja sama, dan sikap mandiri sebagai fondasi untuk menghadapi tekanan global yang terus berubah.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.