Prabowo: Protocols for Protecting Domestic Workers Amid Tariff Pressures

by -246 Views

Prabowo Tegaskan Perlindungan Pekerja Lokal Tetap Jadi Prioritas di Tengah Tekanan Tarif Dagang

Di saat Indonesia masih berhadapan dengan negosiasi tarif impor bersama Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto mengirim sinyal tegas: kepentingan pekerja dalam negeri tidak boleh dikorbankan. Pemerintah, menurutnya, tetap menempatkan perlindungan tenaga kerja nasional sebagai batas yang tidak bisa dilampaui, meski tekanan dalam perdagangan global terus meningkat.

Pekerja Lokal Jadi Titik Tumpu

Prabowo menyampaikan sikap itu dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 16 Juli. Ia menegaskan bahwa setiap langkah pemerintah dalam pembahasan dagang harus kembali pada satu ukuran utama, yakni manfaat bagi rakyat, terutama para pekerja yang menggantungkan hidup pada industri domestik.

"Rakyat saya menjadi yang utama. Saya harus melindungi pekerja kami," kata Prabowo. Ia menekankan bahwa proses perundingan tidak boleh membuat posisi tenaga kerja Indonesia melemah, apalagi di tengah situasi ekonomi yang masih dipengaruhi ketidakpastian global.

Tarif Turun Setelah Pembahasan Menyeluruh

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan pemerintah telah mengkaji seluruh aspek negosiasi tarif secara detail. Dari proses itu, ia menyebut ada hasil konkret berupa penurunan tarif dari 32% menjadi 19%. Menurutnya, capaian tersebut bukan datang begitu saja, melainkan melalui serangkaian pembahasan dan pertimbangan yang dilakukan langkah demi langkah.

"Kami telah menjalankan semua data. Kami telah bernegosiasi setiap langkahnya," ujarnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pemerintah berusaha menjaga keseimbangan antara kepentingan perdagangan dan perlindungan terhadap sektor dalam negeri.

Prabowo Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tahan Tekanan

Meski pasar global masih dipenuhi ketidakpastian, Prabowo tetap menunjukkan keyakinan terhadap daya tahan ekonomi nasional. Ia menilai fondasi ekonomi Indonesia berada dalam posisi yang kuat sehingga mampu menghadapi tekanan dari luar tanpa kehilangan arah.

"Saya sangat optimis. Ekonomi kita berada dalam posisi kuat – sedang baik-baik saja. Jadi apa pun yang terjadi, kita akan tetap kuat," kata Prabowo. Dengan nada percaya diri, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga agar kebijakan dagang tidak merusak perlindungan terhadap pekerja dan stabilitas industri di dalam negeri.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.