Prabowo’s Pledge: Tackling Poverty and Breaking the Cycle

by -201 Views

Prabowo Pasang Target Besar: Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Sekolah, Koperasi, dan Layanan Kesehatan

Presiden Prabowo Subianto menempatkan perang melawan kemiskinan sebagai salah satu agenda paling penting dalam pemerintahannya. Fokusnya bukan sekadar membantu warga miskin bertahan hidup, tetapi juga mengubah nasib mereka agar tidak terus terjebak dalam lingkaran yang sama dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Program yang Disiapkan untuk Mematahkan Siklus Kemiskinan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, Prabowo ingin mengembalikan martabat masyarakat miskin melalui serangkaian program unggulan. Di antaranya Sekolah Rakyat, Kopdes Merah Putih, dan MBG. Menurut Agus, Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus pola lama ketika anak-anak yang lahir dalam kemiskinan cenderung mewarisi kondisi ekonomi orang tuanya.

“Pemberantasan kemiskinan” disebut Agus sebagai fokus utama pemerintahan Prabowo. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga mendorong pendekatan yang lebih luas, mulai dari pendidikan, penguatan ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat. Target yang dipasang pun tidak kecil: kemiskinan ekstrem dihapus pada 2026 dan angka kemiskinan nasional ditekan hingga di bawah 5 persen pada 2029.

Strategi Tiga Tongkat untuk Menekan Kemiskinan

Dari sisi komunikasi kebijakan, Senior Expert Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Adita Irawati menyebut pemerintah memakai “strategi tiga tongkat” untuk menghadapi kemiskinan. Tiga program itu adalah Sekolah Rakyat, Kopdes Merah Putih, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah.

Program kesehatan gratis menjadi salah satu langkah paling cepat menjangkau masyarakat. Hingga kini, Cek Kesehatan Gratis telah menyentuh 10 juta penduduk Indonesia dan ditargetkan mencapai 50 juta orang pada akhir tahun. Program ini juga diperluas ke lingkungan sekolah, dengan sasaran siswi dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Secara keseluruhan, cakupannya dirancang untuk menjangkau populasi 57 juta siswa.

Kopdes Merah Putih dan Dorongan Ekonomi Lokal

Di bidang sosial-ekonomi, Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai mesin penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. Program ini ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat kemandirian komunitas, baik di desa maupun di kota. Melalui model koperasi, warga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan membangun penghidupan dari kekuatan bersama.

Presiden Prabowo dijadwalkan meluncurkan Kopdes Merah Putih pada 21 Juli 2025. Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, sebuah angka yang menunjukkan betapa besar harapan yang disematkan pada program ini sebagai salah satu instrumen utama untuk mengangkat ekonomi masyarakat bawah.