BGN Temporarily Suspends Nutrition Services in East Nusa Tenggara

by -191 Views

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat setelah menemukan adanya makanan yang dinilai tidak layak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdampak kini dihentikan sementara sambil menunggu proses pemeriksaan tuntas.

SPPG di NTT Disetop Sementara

Langkah penghentian itu diumumkan oleh Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan. Ia menegaskan, unit SPPG yang terkait tidak akan kembali beroperasi sebelum investigasi selesai dan sampel makanan MBG diperiksa secara menyeluruh di laboratorium.

BGN saat ini bekerja sama dengan lembaga independen, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan setempat untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut. Di saat yang sama, kondisi kesehatan para siswa yang terdampak juga terus dipantau agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

BGN Minta Maaf dan Janji Evaluasi Ketat

Redy menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa, orang tua, sekolah, dan seluruh pihak yang ikut terdampak oleh makanan yang tidak layak itu. Ia menegaskan bahwa BGN tidak memberi ruang bagi kelalaian dalam pengadaan maupun distribusi makanan MBG.

Menurut dia, keselamatan dan kesehatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, BGN bersama pemerintah daerah bergerak cepat di lapangan agar dampak kejadian ini bisa ditangani tanpa menunggu lebih lama.

Perbaikan SOP dan Pengawasan Akan Diperketat

Kasus di NTT ini juga dijadikan bahan evaluasi untuk pembenahan program ke depan. BGN menyiapkan sejumlah langkah korektif, mulai dari seleksi mitra yang lebih ketat, peningkatan standar kebersihan, perbaikan rantai pasok, hingga penyusunan Standard Operating Procedures (SOP) baru berdasarkan masukan para ahli.

BGN menegaskan, program MBG tetap harus berjalan dengan standar keamanan pangan yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan tanpa mengorbankan aspek kesehatan. Dengan pengawasan yang lebih ketat, lembaga ini berharap insiden serupa tidak kembali terulang di daerah lain.

Source link