Lamborghini menutup paruh pertama 2025 dengan kabar yang campur aduk: penjualan naik, tetapi laba operasional justru terkoreksi. Di tengah pasar otomotif premium yang masih bergerak dinamis, pabrikan asal Italia itu mencatat rekor pengiriman kendaraan, sementara tekanan dari nilai tukar dan kemungkinan dampak tarif membuat profit tidak bergerak sejalan dengan volume penjualan.
Penjualan Tumbuh, Didorong Model Hibrida
Dalam enam bulan pertama 2025, Lamborghini menjual 5.681 mobil, naik lebih dari 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut terutama ditopang pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Dua model yang disebut menjadi penopang utama adalah Revuelto bermesin V-12 dan Urus SE, yang sama-sama menarik minat konsumen di segmen kendaraan performa tinggi.
CEO Stephan Winkelmann menilai langkah perusahaan masuk lebih agresif ke teknologi hibrida sudah tepat. Menurutnya, keputusan itu membantu Lamborghini menjaga daya tarik produk di saat preferensi pasar mulai bergeser dan persaingan di kelas mobil mewah semakin ketat.
Laba Tertekan di Tengah Kondisi Global
Meski penjualan meningkat, laba operasional Lamborghini turun hampir 5 persen, atau sekitar 27 juta euro dari tahun sebelumnya. Perusahaan menyebut tekanan itu dipengaruhi oleh nilai tukar yang tidak menguntungkan serta kemungkinan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain, margin profitabilitas masih terjaga di level 26,6 persen, menunjukkan bisnis inti Lamborghini tetap kuat.
CFO Paolo Poma menegaskan bahwa capaian tersebut memperlihatkan ketahanan perusahaan di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. Dengan kata lain, Lamborghini masih mampu menjaga performa meski menghadapi biaya dan risiko eksternal yang lebih besar.
Temerario dan Arah Baru Strategi Produk
Untuk paruh kedua 2025, Lamborghini menaruh harapan pada kehadiran Temerario agar penjualan tetap bergerak positif. Model baru ini dipandang bisa memperluas momentum yang sudah dibangun lewat Revuelto dan Urus SE.
Di saat yang sama, Lamborghini juga mengubah arah rencana elektrifikasinya. Perusahaan membatalkan rencana menghadirkan Urus sepenuhnya listrik dan memilih beralih ke versi hibrida yang dijadwalkan meluncur pada 2029. Winkelmann juga membuka kemungkinan hadirnya mobil listrik atau hibrida lain di masa depan, menandakan strategi Lamborghini kini lebih berhati-hati dalam membaca pasar.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





