Maserati Berencana Kembali Hadirkan Mobil Manual?

by -203 Views

Maserati Berencana Kembali Hadirkan Mobil Manual?

Maserati sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Penjualan yang melemah sepanjang 2024 membuat masa depan merek asal Italia ini kembali jadi bahan spekulasi, termasuk isu soal kemungkinan penjualan perusahaan. Di tengah tekanan itu, muncul kabar yang justru berlawanan arah dengan tren industri: sebuah supercar baru yang disebut-sebut bisa kembali memakai transmisi manual.

Isyarat dari Maserati soal mobil yang lebih “hidup”

Petunjuk datang dari bos teknik Maserati, Davide Danesin, yang mengisyaratkan bahwa model baru tersebut mungkin dibekali gearbox manual. Bagi Maserati, opsi ini bukan sekadar nostalgia. Danesin menilai ada permintaan nyata dari konsumen untuk “mobil mekanis murni”, yakni mobil yang memberi rasa berkendara lebih langsung dan tidak terlalu bergantung pada sistem elektronik atau elektrifikasi.

Pernyataan itu terasa penting karena pasar mobil mewah selama beberapa tahun terakhir justru bergerak cepat ke arah listrik. Namun, tidak semua konsumen tampak mengikuti arus yang sama. Di segmen tertentu, justru muncul kerinduan terhadap pengalaman berkendara yang lebih analog, dengan karakter mesin dan perpindahan gigi yang terasa jelas.

Langkah mundur dari listrik, kembali ke mesin bensin

Sinyal perubahan arah Maserati juga terlihat dari keputusan membatalkan pengembangan MC20 versi listrik setelah permintaan dinilai rendah. Langkah itu mencerminkan tren yang lebih luas, ketika sejumlah produsen mobil mewah mulai menahan laju elektrifikasi karena pasar mobil listrik di beberapa wilayah belum sekuat yang diperkirakan.

Di tengah situasi itu, muncul pertimbangan untuk kembali mengembangkan mesin bensin. Danesin menegaskan bahwa transmisi mekanis tetap sejalan dengan identitas Maserati dan filosofi merek yang selama ini dikenal lewat karakter sporty, emosional, dan berorientasi pada sensasi berkendara.

Supercar baru, harapan baru untuk Maserati

Meski detail mobil barunya belum diumumkan secara lengkap, model tersebut diperkirakan akan berbasis pada GranTurismo dan memakai mesin Nettuno V-6 3.0 liter twin-turbocharged. Jika benar hadir dengan opsi manual, supercar ini bisa menjadi pembeda di tengah pasar yang makin seragam oleh elektrifikasi.

Namun, pertanyaan besarnya tetap sama: apakah satu model cukup untuk memperbaiki kondisi keuangan Maserati yang sedang sulit? Sebelum meninggalkan jabatannya, mantan CEO Stellantis Carlos Tavares memang menekankan pentingnya menilai ulang 14 merek di bawah grup, termasuk Maserati, untuk memastikan masing-masing punya arah yang jelas.

Dengan kepemimpinan baru di Stellantis, Maserati masih punya ruang untuk membuktikan bahwa strategi yang lebih dekat ke “akar” mereknya bisa bekerja. Di saat banyak pabrikan berlomba mengejar baterai dan motor listrik, justru mobil mekanis murni bisa menjadi kartu terakhir yang membuat Maserati kembali relevan. Source link