Free Health Check Program for Schools Targets 53 Million Students in Indonesia

by -139 Views

Pemerintah Indonesia meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pelajar di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan fisik dan mental pada anak-anak usia sekolah.

Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, secara pribadi memantau pelaksanaan program di SD Prestasi Global di Depok pada hari Senin. Dia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, berkualitas tinggi, dan terjangkau bagi semua orang Indonesia.

“Hari ini kita meluncurkan program CKG di SD Prestasi Global di Depok sebagai bagian dari implementasi serentak di 19 kota dan kabupaten di Jawa Barat,” kata Prof. Dante.

Program ini bertujuan untuk mencapai sekitar 53 juta pelajar di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Berbeda dengan inisiatif serupa di masa lalu, kali ini pendekatan yang digunakan lebih tertarget.

“Perbedaannya terletak pada kelompok usia yang diperiksa. Kali ini, kita fokus khusus pada siswa SD, sementara kegiatan sebelumnya melibatkan orang dewasa dan lansia,” jelasnya.

Prof. Dante menekankan bahwa pemeriksaan yang spesifik terhadap usia penting untuk diagnosis yang lebih akurat.

“Untuk memastikan ketepatan, proses pemeriksaan harus disesuaikan dengan setiap kelompok usia,” katanya.

Pemeriksaan dijadwalkan secara strategis pada awal tahun pelajaran baru untuk memastikan anak-anak dalam kondisi sehat secara umum dan untuk mengoptimalkan cakupan. Melakukan pemeriksaan langsung di sekolah juga meningkatkan efisiensi logistik.

“Lebih rumit untuk membawa anak-anak ke puskesmas. Koordinasi akan lebih sulit. Lebih efisien bagi petugas kesehatan untuk datang ke sekolah,” tambahnya.

Pemeriksaan kesehatan meliputi berbagai penilaian—mulai dari kebugaran fisik dan penglihatan hingga tekanan darah dan status imunisasi. Siswa kelas satu menerima vaksin MR (Campak-Rubella), sementara siswa kelas lima diberi vaksin HPV sebagai bagian dari upaya nasional pencegahan kanker serviks.

Mustopa, Kepala SD Prestasi Global, melaporkan bahwa 843 siswa diperiksa pada hari peluncuran, termasuk 143 yang menerima imunisasi.

“Kami telah memberitahukan kepada orangtua sebelumnya bahwa kegiatan CKG akan dilaksanakan hari ini. Prestasi Global bangga menjadi sekolah pertama di Indonesia—dan perwakilan untuk Provinsi Jawa Barat—yang berpartisipasi dalam inisiatif cek kesehatan gratis nasional untuk siswa SD,” ujarnya.

Selain kesehatan fisik, pemerintah juga mengatasi kesejahteraan mental siswa, terutama di tingkat SMP dan SMA. Untuk siswa SD, pemeriksaan kesehatan mental dilakukan secara tidak langsung melalui kuesioner yang diisi oleh orangtua.

“Lebih sulit untuk menilai kesehatan mental secara langsung pada anak-anak yang lebih muda, jadi kami memprioritaskan aspek tersebut untuk siswa SMP dan SMA,” jelas Prof. Dante.

Program ini merupakan inisiatif lintas sektor yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, otoritas registrasi sipil, dan lembaga yang fokus pada pemberdayaan wanita.

Source link