Momen Prabowo di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2025: Booth Anak Bangsa ITB

by -209 Views

Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sorotan saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Kamis. Kehadirannya tidak langsung diarahkan ke panggung utama. Prabowo terlebih dahulu menyusuri sejumlah booth pameran yang menampilkan hasil riset dan inovasi anak bangsa, memberi penekanan bahwa sains tidak hanya berhenti di ruang seminar, tetapi harus hadir dalam bentuk yang bisa dilihat dan digunakan publik.

Prabowo Menyambangi Booth Riset Unggulan

Di antara stan yang disambangi, Prabowo singgah ke booth “Produk Riset Unggulan” dari Universitas Padjajaran. Booth ini menampilkan berbagai karya riset, termasuk VR Dental Hypnosis, VR untuk Nurse, serta sejumlah produk lain yang memperlihatkan bagaimana teknologi imersif mulai masuk ke ranah layanan kesehatan. Kunjungan singkat itu menjadi bagian dari rangkaian acara yang sejak awal memang menonjolkan peran kampus sebagai sumber lahirnya inovasi.

Masuk ke Hall Sabuga dan Menyapa Hadirin

Usai meninjau area pameran, Prabowo kemudian memasuki Hall Sabuga. Di dalam ruangan, ia menyapa para anggota Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Barat, serta para undangan yang telah hadir. Momen ini menegaskan posisi KSTI 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan forum yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pelaku riset dalam satu panggung besar.

Sains dan Teknologi Jadi Mesin Pertumbuhan

Dengan tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi”, KSTI 2025 diarahkan menjadi katalis transformasi ekonomi nasional berbasis riset, sains, dan inovasi teknologi. Pameran yang ditampilkan juga mencakup delapan sektor prioritas nasional, mulai dari energi, pertahanan, digitalisasi yang meliputi kecerdasan buatan dan semikonduktor, hingga hilirisasi, kesehatan, pangan, maritim, serta material dan manufaktur maju. Seluruh rangkaian itu memperlihatkan ambisi pemerintah untuk memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan riset dan teknologi sebagai bagian inti dari pembangunan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.