Operasi Katarak Gratis di Jember: Bupati Buka, Ribuan Warga Antusias!

by -293 Views

Jember kembali menunjukkan wajah program kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Pada Selasa (5/8/2025), tiga rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember dipadati peserta operasi katarak gratis yang digelar lewat program Gus’e Peduli Kesehatan. Antusiasme warga terlihat sejak awal, karena layanan ini memberi harapan bagi mereka yang selama ini menunda tindakan medis akibat keterbatasan biaya.

603 Warga Ikut Operasi di Tiga Rumah Sakit

Pelaksanaan operasi berlangsung di RSD dr. Soebandi, RS Balung, dan RS Kalisat. Total 603 warga tercatat mengikuti layanan tersebut. Sebagian besar peserta berada pada rentang usia 60 hingga 80 tahun, memperlihatkan bahwa katarak masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami kelompok lanjut usia di Jember.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Kehadirannya dipandang sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan, tetapi kerap terkendala urusan biaya dan jarak layanan.

Fawait Pastikan Pasien Dikawal Sampai Pulih

Fawait menegaskan pemerintah daerah tidak ingin berhenti pada pelaksanaan operasi semata. Ia menyebut proses pemulihan pasien tetap akan dikawal hingga tuntas, karena pelayanan kesehatan menurutnya harus berjalan menyeluruh dari awal hingga pasien benar-benar sembuh.

Untuk mendukung tingginya jumlah peserta, sejumlah dokter spesialis turut dilibatkan, termasuk tenaga medis dari luar Jember. Keterlibatan tambahan ini dibutuhkan agar layanan bisa menjangkau lebih banyak warga dalam waktu yang sama, tanpa mengorbankan kualitas penanganan.

Program Lain Sudah Disiapkan

Operasi katarak gratis ini juga menjadi pembuka bagi rangkaian program kesehatan lain yang disiapkan pemerintah daerah. Setelah katarak, layanan serupa akan menyasar kasus bibir sumbing serta bantuan alat bantu berupa tangan palsu dan kaki palsu. Langkah ini memperlihatkan bahwa Pemkab Jember tengah mendorong layanan kesehatan yang lebih luas, tidak hanya untuk tindakan medis dasar, tetapi juga bagi warga dengan kebutuhan pemulihan dan bantuan fungsi tubuh.

Dengan jumlah peserta yang besar dan keterlibatan lintas pihak, program ini sekaligus menegaskan bahwa kebutuhan layanan kesehatan gratis di Jember masih sangat tinggi, terutama bagi warga lanjut usia yang selama ini paling rentan terhadap gangguan penglihatan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.