President Urges Indonesian Scientists to Collaborate Globally

by -185 Views

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan arah besar pemerintahannya: ilmuwan Indonesia tidak boleh hanya bekerja di laboratorium, tetapi juga harus hadir di panggung global dan ikut mempengaruhi kebijakan publik. Dalam pandangan Presiden, penguatan kolaborasi antara peneliti dalam negeri dan ilmuwan internasional menjadi kunci untuk mendorong lompatan ekonomi nasional, termasuk mengejar target pertumbuhan 8 persen dalam lima tahun ke depan.

Ilmuwan Diminta Lebih Terlibat di Ruang Publik

Prabowo mendorong para ilmuwan agar lebih aktif berbicara di ruang publik dan mengambil peran yang lebih nyata dalam agenda pembangunan. Mereka dinilai memiliki posisi penting dalam mempercepat industrialisasi nasional, terutama melalui pengembangan hilirisasi, penguasaan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan kata lain, sains tidak lagi diposisikan semata sebagai urusan akademik, melainkan bagian dari strategi ekonomi negara.

KSTI 2025 Jadi Panggung Konsolidasi

Sejalan dengan dorongan itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Konvensi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025 atau KSTI 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat. Forum ini dipandang sebagai wadah penting untuk mempertemukan para ilmuwan terbaik Indonesia dan merangkai kerja sama lintas sektor dalam satu agenda besar.

Dengan tema “Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Keadilan”, KSTI 2025 dirancang sebagai ruang kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, media, dan masyarakat sipil. Tujuannya mempercepat transformasi Indonesia menuju ekonomi industri bernilai tambah tinggi. Hingga penyelenggaraan berlangsung, lebih dari 2.000 ilmuwan dari berbagai daerah telah hadir, menandai besarnya perhatian terhadap forum ini.

Platform Strategis untuk Arah Baru Sains Nasional

Menteri Brian menyebut KSTI sebagai platform strategis, bukan sekadar pertemuan ilmiah rutin. Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, forum semacam ini dipandang penting untuk menyatukan arah kebijakan, riset, dan kebutuhan industri. Pemerintah berharap momentum ini bisa memperkuat posisi ilmuwan Indonesia agar tidak hanya menjadi pengikut perkembangan global, tetapi juga ikut menentukan arah kemajuan itu sendiri.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.