Antusiasme Warga ITB Sambut Prabowo: Bangga dan Bersemangat

by -208 Views

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 tidak hanya menjadi ajang pamer inovasi, tetapi juga panggung yang memantik optimisme baru di kalangan peneliti kampus. Kehadiran Prabowo Subianto di tengah para periset membuat suasana acara terasa lebih hidup, terutama bagi tim Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang membawa hasil riset mereka ke hadapan publik.

Bagi Rathi Gandini dan Lia Melani, momen itu punya arti lebih dari sekadar kunjungan pejabat. Mereka melihat perhatian langsung terhadap karya riset sebagai bentuk pengakuan atas proses panjang yang selama ini dijalani di balik layar laboratorium. Inovasi yang mereka tampilkan bukan hanya untuk dipamerkan, tetapi juga diharapkan bisa bergerak lebih jauh dan memberi dampak nyata.

Apresiasi yang Dianggap Penting bagi Dunia Riset

Rathi menegaskan bahwa dukungan terhadap riset sangat dibutuhkan, terlebih ketika hasil penelitian ditargetkan mampu memberi kontribusi bagi perekonomian Indonesia. Menurut dia, kerja ilmiah seharusnya tidak berhenti pada tahap eksperimen, tetapi bisa berkembang menjadi solusi yang benar-benar dipakai masyarakat.

Dari sudut pandang para peneliti, perhatian seperti ini juga memberi sinyal bahwa pengembangan ilmu pengetahuan mulai ditempatkan lebih serius. Itu sebabnya, apresiasi yang muncul di KSTI 2025 dinilai bukan hal kecil, melainkan dorongan moral bagi kampus dan para periset untuk terus melangkah.

Harapan Soal Pendanaan dan Keberlanjutan Riset

Hal senada disampaikan Lia Melani. Ia berharap Presiden dapat ikut mendorong penguatan riset, termasuk dari sisi pendanaan, agar kampus memiliki ruang yang lebih luas untuk tumbuh. Bagi para peneliti, dukungan seperti itu bukan sekadar soal alat dan fasilitas, melainkan juga soal keberlanjutan kerja ilmiah yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya.

Lia menilai, tanpa dukungan yang memadai, banyak gagasan berisiko berhenti di tengah jalan. Padahal, riset yang matang justru lahir dari proses panjang yang tidak bisa dipercepat hanya dengan semangat sesaat.

Kunjungan ke Booth yang Jadi Sorotan

Di antara rangkaian kegiatan KSTI 2025, kunjungan Prabowo ke booth milik Lia menjadi kejutan yang paling berkesan. Ia mengaku tak menyangka produk riset yang dipamerkan bisa menarik perhatian langsung. Dalam kunjungan itu, Prabowo disebut menunjukkan minat pada unit course yang dihasilkan dari alat medis yang diperkenalkan Lia.

Perhatian tersebut meninggalkan kesan kuat bagi tim UNPAD. Bagi mereka, momen itu menegaskan bahwa inovasi kampus memang sedang dilihat sebagai bagian dari agenda yang lebih besar, bukan sekadar karya yang berhenti di ruang pamer.

Riset Dituntut Punya Dampak Nyata

KSTI 2025 sendiri dipandang sebagai ruang penting untuk mempertemukan sains, teknologi, dan industri dalam satu forum. Dari ajang seperti ini, para peneliti berharap ada dorongan yang lebih konkret agar inovasi di Indonesia tidak hanya ramai dibicarakan, tetapi juga benar-benar dikembangkan dan digunakan.

Di tengah harapan agar anggaran riset dan pengembangan meningkat, tim UNPAD menekankan satu hal: hasil kerja ilmiah harus bisa dirasakan semua lapisan masyarakat. Bagi Rathi, Lia, dan rekan-rekannya, yang paling menentukan bukan hanya perhatian sesaat, melainkan langkah lanjut yang bisa mengubah apresiasi menjadi kebijakan nyata.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.