Prabowo: TNI Is the People’s Child Making Sacrifices for the Nation

by -208 Views

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menempatkan TNI sebagai garda yang lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Dalam Upacara Pemeriksaan Pasukan Operasional dan Penghormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Batujajar, Jawa Barat, Minggu (10/8), Prabowo menegaskan bahwa tentara tidak hanya dituntut kuat di medan tugas, tetapi juga harus siap berkorban demi keutuhan negara.

TNI, dari rakyat untuk rakyat

Di hadapan para prajurit dan perwira, Prabowo menyampaikan pesan yang bernada tegas sekaligus emosional. Ia mengingatkan bahwa TNI bukan institusi yang berdiri jauh dari masyarakat, melainkan bagian dari rakyat itu sendiri. “Selalu ingat, kita adalah tentara rakyat. Kita lahir dari rakyat, kita adalah anak-anak rakyat, kita melayani rakyat, kita membela rakyat, dan kita siap mati demi rakyat kita. Itulah TNI,” ujarnya.

Prabowo juga meminta para komandan yang baru dilantik untuk memimpin dengan integritas dan memperlakukan prajurit seperti anak sendiri. Menurutnya, kekuatan TNI tidak hanya terletak pada alutsista dan jumlah personel, tetapi juga pada karakter kepemimpinan yang menjaga kehormatan satuan.

Pelantikan pejabat dan penghargaan kehormatan

Dalam rangkaian acara tersebut, Prabowo memberikan pangkat Jenderal Bintang Empat dan mengangkat Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI. Selain itu, ia juga menganugerahkan pangkat Jenderal Bintang Empat kepada 10 penerima, Medali Penghargaan Bintang Sakti kepada 2 penerima, serta Pangkat Kehormatan kepada 1 penerima.

Pemberian tanda kehormatan itu menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, dan pengabdian para penerima dalam menjalankan tugas. Momentum ini sekaligus memperlihatkan penekanan pemerintah pada pentingnya loyalitas dan keteladanan di tubuh militer.

Penandaan kekuatan baru TNI

Upacara ini juga menjadi penanda inaugurasi dan penugasan unit TNI baru. Formasi yang diresmikan meliputi 6 Komando Daerah Militer, 14 Komando Daerah Laut, 3 Komando Daerah Udara, 1 Komando Operasi Udara, 6 Grup Pasukan Khusus, 20 Brigade Pengembangan Wilayah, 1 Brigade Infanteri Laut, 1 Resimen Korps Pasukan Gerak Cepat, 100 Batalyon Pengembangan Wilayah, 5 Batalyon Infanteri Laut, dan 5 Batalyon Pasukan Penyerbu Cepat.

Pemeriksaan pasukan berlangsung dengan melibatkan 27.384 personel. Dukungan kekuatan lapangan juga ditampilkan melalui 152 kendaraan taktis yang diawaki 388 personel, serta 124 unit peralatan pertahanan, terdiri dari 34 dari Angkatan Darat, 24 dari Angkatan Laut, dan 66 dari Angkatan Udara.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.