Sebelum Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin momen menarik. Saat menyalami sejumlah pejabat negara yang hadir, Prabowo tiba-tiba berhenti ketika melihat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Dia spontan merapikan baret yang dikenakan Cak Imin, dan hal serupa dilakukannya pada Ketua DPD Sultan Najamudin untuk menggeser posisi baret agar lebih rapi, menyebabkan sejumlah pejabat yang hadir tersenyum.
Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa para pejabat negara yang mengenakan pakaian loreng militer pada kesempatan itu sebagai tanda mereka ingin terlibat mempertaruhkan diri bersama seluruh rakyat. Dia juga menegaskan kesediaan rakyat Indonesia untuk mempertahankan setiap jengkal Tanah Air. Pada kesempatan tersebut, Prabowo memberikan Tanda Pangkat Jenderal Kehormatan, menyematkan tanda jabatan Wakil Panglima TNI kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta menganugerahkan Tanda Pangkat Jenderal Kehormatan kepada beberapa penerima lainnya yang dinilai berdedikasi dan berintegritas tinggi.
Upacara ini juga menjadi panggung resmi penugasan dan pengukuhan sejumlah satuan baru TNI. Dalam gelar pasukan ini, TNI mengerahkan 27.384 personel dengan dukungan kendaraan taktis dan alutsista dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pimpinan lembaga negara, para menteri kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan para kepala staf angkatan lainnya, serta atase pertahanan negara sahabat.

