Two Paskibraka Members from Papua Ready to Make Country Proud!

by -321 Views

Di balik kemeriahan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia, ada cerita yang datang dari Papua dan membawa makna lebih dalam dari sekadar barisan upacara. Dua pelajar asal Papua, Franciscus Sakfiris Pahabolisage dan Stincek Laramiapa, kini berdiri sebagai bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional. Keduanya bukan hanya mewakili daerah masing-masing, tetapi juga membawa kebanggaan bagi tanah Papua di salah satu momen paling sakral bagi bangsa.

Perjalanan Panjang dari Daerah ke Istana

Franciscus, siswa SMA Negeri 1 Wamena yang mewakili Provinsi Papua Pegunungan, menyebut kesempatan ini sebagai pencapaian besar dalam hidupnya. Ia bangga bisa lolos hingga tingkat nasional dan tampil dalam acara kenegaraan yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, jalan menuju Paskibraka nasional tidak singkat. Proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten, naik ke provinsi, lalu akhirnya menembus tahap nasional.

Di sisi lain, Stincek Laramiapa, siswi SMA Negeri 1 Nabire yang mewakili Provinsi Papua Tengah, juga merasakan hal yang sama. Baginya, terpilih menjadi bagian dari Paskibraka nasional adalah kehormatan besar yang datang setelah melewati proses panjang dan latihan yang tidak mudah. Ia menegaskan tekad untuk memberikan penampilan terbaik saat pengibaran bendera berlangsung pada 17 Agustus.

Latihan Berat, Semangat Tak Surut

Di balik penampilan yang akan terlihat rapi dan tegas di lapangan, ada latihan fisik yang menguras tenaga. Franciscus dan Stincek sama-sama menjalani pembinaan yang menuntut disiplin tinggi, ketahanan tubuh, serta kesiapan mental. Namun, bagi mereka, semua itu menjadi bagian dari proses yang justru memperkuat keyakinan untuk menjalankan tugas dengan maksimal.

Stincek menyoroti pengalaman bertemu dengan peserta lain dari 38 provinsi. Dari sana, ia melihat bahwa Paskibraka bukan hanya soal baris-berbaris, tetapi juga soal kebersamaan dan saling mendukung. Dalam tekanan latihan, rasa persaudaraan menjadi kekuatan tersendiri. Mereka belajar bahwa tugas besar seperti ini hanya bisa dijalani dengan kerja sama yang solid.

Gugup dan Bangga Menyatu di Hari Besar

Menjelang upacara 17 Agustus, keduanya mengaku merasakan campuran gugup dan antusias. Bertemu langsung dengan Presiden menjadi pengalaman yang berkesan, sekaligus penegasan bahwa perjuangan mereka selama ini tidak sia-sia. Bagi Franciscus dan Stincek, momen ini bukan sekadar tampil di hadapan negara, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa pelajar Papua mampu berdiri sejajar dan mengemban tugas penting dengan penuh tanggung jawab.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.