Prabowo Dorong Efisiensi APBN untuk Tak Defisit Lagi

by -90 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan komitmennya untuk mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuju keadaan tanpa defisit. Pada acara Penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Prabowo menyampaikan target pemerintah dalam alokasi belanja negara sebesar Rp 3.786,5 triliun dengan target pendapatan Rp 3.147,7 triliun. Defisit anggaran direncanakan sebesar Rp 638,8 triliun atau 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang akan didukung oleh pembiayaan yang pruden, inovatif, dan berkelanjutan.

Prabowo menegaskan tekadnya untuk mengurangi kebocoran anggaran serta mendesak seluruh kekuatan politik Indonesia untuk mendukung langkah-langkah efisiensi tersebut. Ia juga menyatakan rencana pemerintah untuk mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif secara luas guna mengurangi ketergantungan pada APBN. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadapi ketidakpastian global dan menjaga keberlangsungan serta kredibilitas APBN.

Peningkatan penerimaan perpajakan akan terus diperhatikan dengan upaya perlindungan terhadap investasi dan keberlanjutan dunia usaha. Sementara itu, insentif fiskal akan diberikan sesuai kebijakan yang terencana untuk mendukung aktivitas ekonomi strategis. Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang efisien dan produktif guna meningkatkan kesejahteraan rakyat serta kontribusi positif bagi kemakmuran masyarakat.

Dengan mengusung prinsip efisiensi, inovasi, dan pengelolaan yang baik, pemerintah berharap dapat merancang APBN yang sehat, terukur, dan bebas dari defisit dengan dukungan dari berbagai sektor politik dan masyarakat Indonesia.

Source link