Nissan Leaf Limo: Menakjubkan Dengan Dua Baterai

by -246 Views

Nissan Leaf Limo: Menakjubkan dengan Dua Baterai

Sebuah Nissan Leaf generasi pertama kembali menarik perhatian setelah dimodifikasi dengan baterai ganda. Mobil listrik yang awalnya dibekali paket baterai 24 kWh dari pabrik itu kini membawa baterai 24 kWh kedua, hasil garapan Kyle Conner dari Out of Spec Testing. Hasilnya bukan sekadar unik di atas kertas, tetapi juga memberi gambaran menarik soal daya tahan mobil listrik lama saat dipaksa berjalan hingga benar-benar habis.

Uji jalan saat indikator sudah nol

Dalam pengujian tersebut, Nissan Leaf limo itu dijalankan dalam kondisi “kosong” dengan sistem iklim tetap menyala. Mobil melaju di kisaran 30 hingga 50 mil per jam, lalu perlahan masuk ke fase yang lebih kritis setelah peringatan baterai lemah muncul. Meski tenaga mulai dibatasi, kendaraan masih sempat bertahan di sekitar 30 mph dan tetap bergerak beberapa mil setelah status baterai menunjukkan habis.

Perjalanan akhirnya terhenti setelah menempuh 18,9 mil sejak mobil tak lagi mampu melanjutkan perjalanan. Pada titik itu, tes benar-benar menegaskan batas kemampuan mobil, bukan sekadar angka di layar indikator.

Efisiensi lumayan, tapi kecepatan rendah

Selama pengujian, efisiensi energi mobil tercatat 4,1 mil per kilowatt-jam. Namun angka itu datang dengan catatan penting: kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 30 mph. Artinya, performa yang terlihat cukup baik tersebut terjadi dalam kondisi berkendara yang relatif santai, bukan pada kecepatan tinggi atau beban berat.

Meski begitu, hasil ini tetap memberi pesan yang jelas. Nissan Leaf lama tanpa sistem manajemen termal baterai masih menyimpan sisa tenaga yang cukup untuk membawa pengemudi menuju pengisian daya terdekat, bahkan setelah indikator menunjukkan nol mil. Dalam konteks kendaraan listrik lawas, daya tahan seperti ini bukan hal kecil.

Pelajaran dari mobil listrik lama

Uji coba Nissan Leaf dengan dua baterai ini memang bukan skenario yang akan dialami kebanyakan pemilik mobil listrik. Tetapi eksperimen tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik generasi awal masih punya ketahanan yang layak diperhitungkan. Di tengah perkembangan teknologi baterai yang makin maju, hasil ini menjadi pengingat bahwa mobil listrik lama pun bisa memberi kejutan, terutama saat dipaksa bekerja lebih jauh dari yang diperkirakan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.