Kontroversi Penghapusan Bonus Komisaris BUMN oleh Prabowo

by -153 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperbaiki tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menghapus praktik pemberian bonus dan tantiem kepada komisaris BUMN. Dalam Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Prabowo mengungkapkan bahwa masih banyak aset dan potensi BUMN yang terlantar tanpa pengelolaan yang baik. Melalui penggabungan aset di bawah kendali Danantara, Indonesia kini memiliki kekuatan keuangan global yang signifikan.

Dengan total aset BUMN yang berhasil dikumpulkan di Danantara mencapai US$10 miliar, Prabowo menegaskan bahwa kekayaan Indonesia sungguh luar biasa. Namun, ia menyoroti praktik pemberian bonus atau tantiem kepada komisaris BUMN yang dianggap tidak adil, terutama dalam situasi kerugian perusahaan. Prabowo menegaskan keputusan untuk menghapus bonus bagi komisaris BUMN sebagai bagian dari reformasi besar dalam tata kelola BUMN.

Prabowo juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan negara. Ia menyatakan bahwa kebijakan ini tidak hanya untuk memperbaiki internal BUMN, tetapi juga sebagai dorongan bagi generasi muda yang memiliki integritas dan semangat profesionalisme untuk turut serta dalam pengembangan BUMN ke depan.

Source link