GT-R R35 Resmi Pamit, Nissan Beri Sinyal Godzilla Belum Benar-Benar Tamat
Setelah 18 tahun mengaspal dan membangun reputasi sebagai salah satu mobil performa paling ditakuti dari Jepang, Nissan akhirnya menutup produksi GT-R R35. Model yang akrab dijuluki Godzilla itu resmi menyelesaikan masa hidupnya dengan total sekitar 48.000 unit keluar dari jalur perakitan. Unit terakhir yang dibuat adalah T-Spec edisi Premium berwarna Midnight Purple, dan mobil tersebut disiapkan khusus untuk pelanggan di Jepang.
Penutup dari Salah Satu Ikon Mobil Sport Jepang
Berakhirnya GT-R R35 bukan sekadar pergantian generasi, melainkan penanda tamatnya sebuah era panjang yang membentuk citra Nissan di segmen sport car. Selama hampir dua dekade, R35 menjadi simbol kecepatan, teknologi, dan ambisi Nissan untuk tetap relevan di kelas performa tinggi. Kehadirannya tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga menempel di benak para penggemar otomotif sebagai salah satu nama paling konsisten dalam sejarah mobil sport Jepang.
Meski produksi sudah dihentikan, nama GT-R belum hilang dari percakapan. Justru sebaliknya, pamornya tetap hidup karena R35 dianggap sebagai model yang berhasil menjaga karakter khas Nissan tanpa kehilangan daya saingnya di pasar global.
Nissan Belum Menutup Pintu untuk Penerusnya
CEO sekaligus Presiden Nissan, Ivan Espinosa, menegaskan bahwa perjalanan GT-R tidak berakhir di sini. Ia memberi isyarat bahwa Godzilla akan kembali di masa depan, meski kemunculan generasi penerus yang disebut-sebut sebagai R36 belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Soal bentuk penerusnya, Nissan masih menyimpan banyak tanda tanya. Belum ada pengumuman resmi yang benar-benar mengunci arah pengembangan model baru itu. Namun, dari sejumlah pernyataan para eksekutif, terlihat bahwa Nissan masih ingin mempertahankan warisan GT-R, baik melalui pendekatan elektrifikasi penuh maupun tetap memakai mesin pembakaran internal. Kepastian belum ada, tetapi nama GT-R jelas belum dicoret dari rencana jangka panjang perusahaan.
Di Tengah Tekanan Keuangan, Warisan GT-R Tetap Dijaga
Isyarat kelanjutan GT-R muncul ketika Nissan sendiri sedang menjalani masa pengetatan bisnis. Perusahaan tengah menjalankan program pemangkasan biaya bertajuk Re:Nissan, yang mencakup penutupan pabrik, pengurangan jumlah karyawan, dan konsolidasi platform. Di tengah upaya merapikan struktur bisnis itu, Nissan tetap berusaha menjaga model-model yang punya nilai historis dan emosional besar.
GT-R R35 juga tercatat sebagai salah satu mobil Jepang tertua yang masih diproduksi hingga akhir masa produksinya. Dalam konteks ini, posisinya kerap disejajarkan dengan Toyota Land Cruiser 70 Series yang telah bertahan lebih dari 41 tahun. Keduanya menunjukkan bahwa sebuah model bisa bertahan sangat lama bila punya basis penggemar yang kuat dan identitas yang sulit digantikan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





