BMW telah memulai pengembangan prototipe sistem sel bahan bakar hidrogen generasi ketiganya untuk persiapan produksi powertrain seri yang akan dimulai pada tahun 2028. Sistem baru ini dirancang lebih kecil dengan peningkatan kepadatan daya. Produsen mobil ini menyatakan bahwa sistem ini akan terintegrasi dengan baik dengan arsitektur kendaraan masa depan, sehingga dapat menawarkan berbagai varian sistem penggerak kepada pelanggan di masa depan.
Meskipun belum dikonfirmasi, diperkirakan powertrain hidrogen ini akan terintegrasi dengan model Neue Klasse BMW. Generasi kedua sistem BMW saat ini digunakan dalam armada crossover prototipe X5. Ke depan, kemungkinan versi X5 generasi berikutnya akan menggunakan sistem ini, yang diharapkan hadir pada tahun 2026.
Produksi BMW Energy Master khusus untuk hidrogen juga sedang dalam persiapan akhir tahun ini, yang akan digunakan pada mobil-mobil Neue Klasse pertama BMW. BMW menegaskan bahwa sistem baru ini akan lebih efisien dari sebelumnya dengan jangkauan yang lebih luas, output yang lebih tinggi, dan konsumsi energi yang lebih rendah.
Kolaborasi antara BMW dan Toyota juga melibatkan pengembangan sistem hidrogen terbaru ini. Sejak lebih dari satu dekade yang lalu, BMW telah menggunakan sistem sel bahan bakar Toyota untuk model 535iA. Namun, generasi kedua ini lebih banyak didesain oleh BMW sendiri.
Meskipun beberapa produsen otomotif telah meninggalkan penggunaan hidrogen, BMW dan Toyota masih melanjutkan pengembangan teknologi ini. Meskipun masih terdapat tantangan seperti kurangnya stasiun pengisian bahan bakar hidrogen, kedua produsen melihat teknologi ini sebagai alternatif bahan bakar yang bersih dan efisien.





