Kontroversi Terbaru: Tutupnya Volvo V90 dan Kritik terhadap SUV

by -229 Views

Volvo kembali membuat langkah yang terasa besar bagi para penggemar wagon: V90 resmi masuk daftar model yang akan dihentikan produksinya. Mobil keluarga mewah yang selama ini menjadi salah satu wajah paling khas Volvo itu dijadwalkan keluar dari lini produksi pada akhir bulan ini, setelah CEO Volvo Jim Rowan memastikan unit terakhir akan dirakit pada bulan September. Dengan keputusan ini, V90 tidak hanya berhenti diproduksi, tetapi juga meninggalkan jejak sebagai salah satu simbol penting identitas Volvo yang kini makin terdesak oleh arus pasar.

V90 Tersingkir di Tengah Dominasi SUV

Keputusan tersebut sejatinya mencerminkan perubahan selera konsumen yang sudah berlangsung cukup lama. Wagon, termasuk V90, makin sulit bersaing karena minat pasar terus bergeser ke SUV dan crossover. Bagi Volvo, pergeseran ini memaksa perusahaan menyesuaikan arah bisnisnya, meski harus mengorbankan model yang selama bertahun-tahun membedakan mereka dari pabrikan lain. V90 pernah menjadi salah satu contoh paling kuat dari perpaduan kepraktisan dan kemewahan ala Swedia, tetapi posisinya kini tak lagi seaman dulu.

Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran pada Februari mengenai masa depan model ini. Kini, kabar tersebut sudah menemukan titik akhir: produksi benar-benar akan dihentikan. Tidak ada penerus langsung yang disiapkan untuk V90, menandakan bahwa Volvo tampaknya memilih untuk tidak lagi bertaruh besar pada wagon besar di pasar global.

V60 Masih Bertahan, Volvo Geser Fokus ke Model Baru

Meski V90 disuntik mati, Volvo belum sepenuhnya meninggalkan format wagon. V60 masih akan tetap diproduksi sebagai pilihan yang lebih kecil. Di segmen sedan, S90 juga masih dipertahankan di pasar tertentu, apalagi setelah mendapat pembaruan baru-baru ini. Namun arah jangka panjang perusahaan terlihat semakin jelas: Volvo sedang merapikan portofolio agar lebih sesuai dengan permintaan pasar yang kini lebih condong ke model tinggi dan elektrifikasi.

ES90 dan XC70 Jadi Penanda Arah Baru

Salah satu contoh paling nyata adalah ES90, sedan listrik yang disiapkan untuk menggantikan peran sedan berbahan bakar bensin di pasar global. Di sisi lain, XC70 yang dulu dikenal sebagai wagon tangguh juga telah berubah menjadi SUV. Pergeseran ini memperlihatkan bahwa Volvo tidak sekadar menghentikan satu model, melainkan sedang mengubah wajah produknya secara menyeluruh.

Wagon Masih Punya Alasan, Tapi Pasar Tak Lagi Sama

Secara fungsi, wagon seperti V90 masih memiliki banyak keunggulan. Konsumsi bahan bakarnya relatif efisien, bobotnya cenderung lebih ringan, dan akses ke bagasi lebih praktis dibanding banyak SUV. Namun, kelebihan itu rupanya belum cukup untuk menandingi daya tarik SUV yang menawarkan posisi duduk lebih tinggi, tampilan lebih tegas, dan kesan serbaguna yang kini lebih disukai pembeli.

Bagi Volvo, berhentinya V90 menjadi penanda bahwa industri otomotif sedang bergerak ke arah yang semakin berbeda dari akar sejarahnya. Model yang dulu menjadi lambang kepraktisan dan elegansi kini harus menyerah pada selera pasar yang lebih menyukai kendaraan besar dan tinggi. Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.