Prabowo Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Istiqlal: Khidmat dan Bersatu

by -303 Views

Prabowo Hadiri Maulid Nabi di Istiqlal, Pesan Persatuan dan Kelestarian Bumi Menguat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, dalam suasana yang berlangsung khidmat dan sarat pesan kebersamaan. Dengan mengenakan kemeja koko putih dan peci hitam, Prabowo duduk di barisan depan bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Barisan Depan Pejabat Negara di Tengah Suasana Khidmat

Kehadiran para pejabat negara di area terdepan menegaskan bahwa peringatan Maulid tahun ini bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan kebersamaan di antara pemimpin bangsa. Sepanjang acara, Prabowo terlihat menyimak dengan serius penjelasan yang disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Suasana di Masjid Istiqlal berjalan tertib, dengan nuansa doa dan refleksi yang terasa kuat sejak awal hingga akhir rangkaian acara.

Ekoteologi Jadi Sorotan dalam Peringatan Tahun Ini

Peringatan Maulid tingkat kenegaraan tersebut mengusung tema “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 Tingkat Kenegaraan, Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri”. Tema ini memberi penekanan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak hanya dipahami dalam konteks spiritual, tetapi juga dalam tanggung jawab menjaga alam dan kehidupan bersama. Pesan itu membuat peringatan Maulid kali ini terasa lebih luas maknanya, karena menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap bumi.

Doa untuk Indonesia yang Damai dan Terjaga

Dalam pidatonya, Nasaruddin Umar mengajak hadirin merawat cinta kasih dalam diri agar manusia dapat mencapai kebahagiaan yang sejati. Setelah itu, seluruh jamaah bersama-sama membaca surat Al-Fatihah sebagai doa untuk kedamaian Indonesia. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Imam Masjid Istiqlal, Husni Ismail, yang memohon agar bangsa Indonesia selalu mendapat rahmat, ridho, dan berkah Allah, serta dijauhkan dari kerusakan dengan menjaga kelestarian alam sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dalam doanya, Husni juga memohon agar Indonesia tetap berada dalam bimbingan-Nya, sehingga kedamaian antarumat terus terpelihara dan semangat menjaga bumi tidak berhenti sebagai seruan seremonial belaka.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.