Pemangkasan Biaya Nissan Berimbas ke Dua Studio Desain
Nissan kembali mengambil langkah tegas dalam program efisiensi yang sedang dijalankan perusahaan. Kali ini, giliran dua studio desain yang harus berhenti beroperasi: NDA di San Diego, California, dan NDLA di São Paulo, Brasil. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa tekanan penghematan tidak hanya menyentuh pabrik atau rantai produksi, tetapi juga masuk ke tahap awal lahirnya sebuah mobil, yakni proses desain.
Pusat Desain Dipersempit
Penutupan dua studio itu menjadi bagian dari restrukturisasi yang lebih luas di tubuh Nissan. Perusahaan asal Jepang tersebut juga merapikan aktivitas desain di Inggris dan Jepang agar alur kerja lebih sederhana dan terpusat. Dengan model baru ini, Nissan ingin memangkas lapisan kerja yang dinilai terlalu panjang sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan.
Dalam skema yang disiapkan, fasilitas Atsugi di Jepang akan menjadi studio desain utama untuk pasar global. Sementara itu, Studio Six di Los Angeles akan memegang peran penting dalam pengembangan model Nissan dan Infiniti untuk pasar Amerika Serikat. Arah kebijakan ini memperlihatkan bahwa Nissan memilih konsentrasi sumber daya di titik-titik yang dianggap paling strategis.
London Masih Dipertahankan
Di tengah penataan ulang besar-besaran ini, Studio London tetap dipertahankan. Nissan menyebut fasilitas tersebut masih akan mendukung wilayah AMIEO dan tetap bekerja sama dengan Renault. Artinya, meski jaringan desain diperkecil, perusahaan belum sepenuhnya melepas peran studio di Inggris dalam struktur globalnya.
Nissan belum membeberkan berapa jumlah karyawan yang terdampak langsung dari penutupan NDA dan NDLA. Namun, sebelumnya perusahaan sudah menyiapkan pemangkasan hingga 20.000 orang sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih luas. Angka itu memberi gambaran bahwa penyesuaian internal yang dilakukan Nissan bukan langkah kecil, melainkan perombakan besar yang menyentuh berbagai lini.
Ditargetkan Rampung Maret 2026
Perusahaan menargetkan seluruh penataan ulang studio desain ini selesai pada akhir Maret 2026. Nissan menilai langkah tersebut akan membuat kolaborasi kreatif berjalan lebih efisien, mempercepat proses kerja, dan membuat perusahaan lebih tangkas merespons perubahan pasar. Di tengah persaingan industri otomotif yang makin ketat, kecepatan dan efisiensi tampaknya menjadi alasan utama di balik keputusan ini.
Langkah ini juga melanjutkan strategi penyederhanaan desain yang sudah lebih dulu diumumkan beberapa bulan lalu. Fokusnya tetap sama: menekan biaya pengembangan kendaraan dan mengurangi kompleksitas suku cadang yang selama ini membebani kinerja perusahaan. Dengan memangkas fasilitas yang dianggap tak lagi sejalan dengan kebutuhan baru, Nissan sedang mencoba membangun struktur yang lebih ramping untuk bertahan dalam tekanan pasar global.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





