Stellantis akhirnya memberi sinyal paling jelas soal masa depan Ram di segmen pikap ukuran menengah. Setelah Dodge/Ram Dakota berhenti diproduksi pada 2011, celah itu lama dibiarkan terbuka, sementara pasar justru makin ramai oleh model-model seperti Ford Ranger, Chevrolet Colorado/GMC Canyon, dan Toyota Tacoma. Kini, Ram bersiap kembali masuk ke arena tersebut lewat pikap baru yang dijadwalkan mulai diproduksi pada 2028 di pabrik Toledo, Ohio, lokasi yang saat ini juga merakit Jeep Wrangler dan Gladiator.
Ram Kembali ke Segmen yang Lama Ditinggalkan
Langkah ini menjadi bagian dari investasi besar Stellantis senilai 13 miliar dolar AS di Amerika Serikat. Konfirmasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pikap baru Ram akan memakai konstruksi body-on-frame, bukan unibody. Artinya, pabrikan tampaknya tetap menempatkan ketangguhan, kemampuan angkut, dan karakter kerja sebagai prioritas utama, bukan sekadar pendekatan gaya hidup seperti yang ditawarkan Honda Ridgeline atau Hyundai Santa Cruz.
Dengan strategi itu, Ram jelas ingin berbicara langsung dengan para pemain utama di kelas menengah yang selama ini sudah lebih dulu menguasai pasar. Kehadiran model baru ini juga menjadi penanda bahwa Stellantis tidak ingin terus tertinggal di salah satu segmen paling kompetitif dalam industri otomotif Amerika.
Toledo Jadi Pusat Produksi Baru
Sebelumnya, Stellantis sempat merencanakan pikap ukuran menengah itu dibuat di pabrik Belvidere, Illinois. Namun, rencana tersebut berubah setelah fasilitas itu ditutup. Kini, Belvidere justru disiapkan untuk dibuka kembali pada 2027 guna memproduksi Jeep Cherokee dan Compass baru. Perubahan jalur produksi ini menunjukkan betapa dinamisnya strategi manufaktur Stellantis dalam beberapa tahun ke depan.
Selain pikap Ram, perusahaan juga mengumumkan proyek lain yang tak kalah penting: SUV besar dengan opsi pembakaran internal dan jangkauan lebih luas di Warren, Michigan, serta generasi baru Durango yang akan dirakit di Detroit pada 2029. Serangkaian keputusan ini memperlihatkan upaya Stellantis untuk menata ulang portofolio produknya sekaligus memanfaatkan kapasitas produksi di sejumlah pabrik utama di AS.
Filosa Ingin Menutup Kesalahan Lama
CEO Stellantis Antonio Filosa menegaskan bahwa investasi ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan, memperkuat jaringan manufaktur, dan membuka lebih banyak lapangan kerja di Amerika. Di saat yang sama, langkah ini juga dibaca sebagai upaya memperbaiki sejumlah keputusan masa lalu yang dinilai kurang tepat, mulai dari pembatalan model V-8 yang populer hingga hasil yang mengecewakan di lini mobil listrik.
Meski begitu, jadwal yang masih panjang membuat tantangan Stellantis belum selesai. Pikap Ram baru baru akan hadir pada 2028, sedangkan Durango generasi berikutnya menyusul setahun setelahnya. Itu berarti perusahaan masih harus menjaga momentum dan membuktikan bahwa kebangkitannya bukan sekadar janji di atas kertas.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





