Tips Mudah Mengurangi Akrilamida dalam Makanan Sehari-Hari

by -231 Views

Tips Mudah Mengurangi Akrilamida dalam Makanan Sehari-Hari

Tanpa disadari, cara memasak bisa ikut menentukan seberapa banyak zat berisiko yang terbentuk di piring makan. Salah satunya adalah akrilamida, senyawa kimia yang muncul secara alami ketika makanan, terutama yang kaya karbohidrat, dimasak pada suhu tinggi. Karena proses ini sering terjadi dalam rutinitas dapur harian, upaya menguranginya perlu dimulai dari kebiasaan kecil yang lebih cermat, bukan dari langkah yang rumit.

Cara memasak ikut menentukan kadar akrilamida

Akrilamida tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk saat makanan dipanaskan terlalu tinggi hingga permukaannya berubah warna. Itulah sebabnya teknik memasak sangat berpengaruh. Metode seperti merebus, mengukus, atau menggunakan microwave cenderung menghasilkan kadar akrilamida yang lebih rendah dibandingkan menggoreng atau memanggang terlalu lama. Di dapur, perubahan sederhana semacam ini bisa menjadi langkah awal untuk menekan paparan.

Selain memilih metode memasak yang lebih aman, suhu dan durasi juga perlu diperhatikan. Memasak dengan api terlalu besar atau membiarkan makanan terlalu lama di panas tinggi dapat mempercepat pembentukan akrilamida. Karena itu, memasak secukupnya dan tidak berlebihan menjadi kebiasaan yang patut dibiasakan, terutama untuk makanan yang mudah berubah warna saat diproses.

Warna makanan dan pilihan bahan juga penting

Salah satu tanda yang bisa diperhatikan adalah warna makanan yang digoreng atau dipanggang. Semakin gelap warna permukaannya, semakin besar kemungkinan akrilamida terbentuk lebih tinggi. Karena itu, makanan sebaiknya tidak dimasak hingga terlalu cokelat atau gosong. Langkah kecil ini sering diabaikan, padahal dampaknya cukup berarti dalam mengurangi risiko paparan.

Pemilihan bahan mentah juga berperan. Bahan dengan kadar gula pereduksi yang lebih rendah cenderung menghasilkan akrilamida lebih sedikit. Ubi jalar disebut sebagai salah satu contoh yang lebih baik dalam konteks ini. Dengan memahami karakter bahan makanan, masyarakat bisa lebih bijak mengatur menu harian tanpa harus mengubah seluruh pola makan secara drastis.

Kesadaran publik masih perlu diperkuat

Di luar urusan dapur, edukasi tentang akrilamida masih perlu diperluas. Sosialisasi dan pelatihan dapat membantu masyarakat mengenali makanan yang berpotensi memiliki kadar akrilamida tinggi, seperti keripik kentang dan biji kopi, sekaligus memahami cara menguranginya. Meski efeknya pada manusia belum terbukti secara pasti, studi pada hewan menunjukkan potensi peningkatan risiko kanker, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Karena itu, membatasi konsumsi makanan tinggi akrilamida menjadi langkah pencegahan yang masuk akal untuk kesehatan jangka panjang. Bukan soal menghindari semua makanan favorit, melainkan mengendalikan cara mengolahnya agar risiko yang tak terlihat tidak ikut menumpuk dari hari ke hari. Source link