Daftar Mobil Listrik dengan Degradasi Baterai Terendah
Rasa khawatir terhadap baterai masih menjadi salah satu penghambat terbesar bagi calon pembeli mobil listrik. Banyak orang menilai komponen ini cepat turun performanya, mahal diganti, dan sulit diprediksi umurnya. Namun, hasil studi terbaru justru memberi gambaran yang lebih tenang: sebagian besar mobil listrik bekas yang diuji masih mempertahankan kapasitas baterai dalam kondisi yang cukup baik.
Mayoritas Kendaraan Masih di Atas 90 Persen
Temuan tersebut berasal dari penelitian broker mobil bekas asal Swedia, Kvdbil, yang meneliti 1.366 kendaraan listrik dan plug-in hibrida bekas. Dari hasil analisis itu, delapan dari sepuluh kendaraan tercatat masih memiliki kapasitas baterai 90 persen atau lebih dari kondisi awal. Angka ini menunjukkan bahwa degradasi baterai tidak selalu terjadi secepat yang dibayangkan banyak konsumen, bahkan pada mobil yang sudah dipakai dalam periode tertentu.
Data ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ketahanan baterai mobil listrik tidak hanya bergantung pada usia kendaraan. Faktor pemakaian, kebiasaan pengisian daya, hingga kondisi lingkungan turut memengaruhi seberapa cepat kapasitas baterai menurun.
Kia EV6 Masuk Kelompok Paling Stabil
Di antara model yang diteliti, Kia EV6 muncul sebagai salah satu mobil dengan degradasi baterai terendah. Hasil tersebut menegaskan bahwa performa baterai tidak bisa dilihat dari merek semata. Riwayat penggunaan dan cara perawatan pemilik ikut menentukan apakah baterai tetap sehat atau lebih cepat menurun.
Dengan kata lain, mobil yang dipakai secara wajar dan dirawat dengan baik berpeluang mempertahankan kondisi baterai lebih lama. Temuan ini juga memberi gambaran bahwa mobil listrik bekas masih layak dipertimbangkan, selama kondisi baterainya diperiksa secara cermat.
Cara Mengisi Daya Ikut Menentukan Umur Baterai
Martin Reinholdsson, manajer pengujian di Kvdbil, menekankan pentingnya kebiasaan pengisian daya yang lebih bijak. Ia menyarankan pemilik kendaraan listrik untuk tidak terlalu sering mengisi baterai hingga penuh, menghindari penggunaan pengisian cepat secara berlebihan, serta tidak membiarkan mobil berada dalam kondisi penuh terlalu lama.
Menurutnya, langkah-langkah sederhana seperti itu dapat membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Meski terdengar sepele, pola pengisian yang salah bisa mempercepat penurunan kapasitas dan membuat performa baterai tidak optimal lebih cepat dari seharusnya.
Temuan Kvdbil memperkuat pandangan bahwa kekhawatiran terhadap baterai mobil listrik sering kali lebih besar daripada risikonya di lapangan. Di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan ramah lingkungan, data seperti ini penting untuk membantu konsumen melihat mobil listrik secara lebih realistis, bukan hanya dari sisi efisiensi, tetapi juga dari ketahanan komponen utamanya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





