Ceker ayam memang punya tempat tersendiri di meja makan. Teksturnya kenyal, rasanya gurih, dan mudah diolah menjadi berbagai sajian. Namun, di balik popularitasnya, ada satu tahap yang sering dianggap paling merepotkan: memisahkan tulang dari kulit dan daging ceker. Kalau urutannya tepat, proses ini sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan.
Mulai dari pembersihan dan perebusan
Langkah awal yang tidak boleh dilewatkan adalah membersihkan ceker ayam sampai benar-benar bersih. Kuku perlu dipotong rapi agar lebih nyaman saat diolah. Setelah itu, ceker direbus dalam air selama 20–25 menit. Tahap ini membantu melunakkan tekstur sekaligus mengurangi aroma amis yang biasanya masih tertinggal.
Air es jadi kunci agar lebih mudah dilepas
Begitu selesai direbus, ceker sebaiknya langsung direndam dalam air es selama 1–2 jam. Cara ini membuat bagian kulit dan daging terasa lebih kencang sehingga lebih mudah dipisahkan dari tulangnya. Selain itu, bentuk ceker juga cenderung lebih terjaga, sehingga tidak mudah hancur saat masuk ke tahap berikutnya.
Sayat perlahan, jangan terburu-buru
Setelah direndam, proses pemisahan bisa dimulai dengan sayatan kecil dan perlahan ke arah ujung jari. Kuncinya ada pada kehati-hatian agar kulit ceker tetap utuh dan tidak sobek berlebihan. Saat tulang sudah terlepas, pisahkan bagian kulit dan tulangnya supaya lebih mudah digunakan untuk pengolahan selanjutnya. Dengan cara ini, ceker ayam jadi lebih praktis disiapkan, baik untuk camilan maupun hidangan utama.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





