Mesin V-8 Baru Toyota Tak Cuma Disiapkan untuk Supercar
Toyota rupanya tidak berniat menyimpan mesin V-8 barunya untuk mobil sport eksotis semata. Mesin yang semula dikaitkan dengan supercar itu kini disebut punya peluang lebih luas, termasuk masuk ke SUV besar dan model bongsor lain yang selama ini jadi tulang punggung pasar premium Toyota. Bahkan, secara teknis, mesin tersebut disebut masih memungkinkan dipasang di balik kap mesin Land Cruiser LC300.
V-8 Toyota Disebut Punya Bentuk yang Masih “Masuk Akal” untuk Mobil Besar
Isyarat itu datang dari Takashi Uehara, kepala divisi powertrain Toyota, dalam wawancara dengan media Australia. Ia menyebut ukuran blok mesin V-8 anyar itu masih “agak dekat” dengan mesin 2.0 liter baru Toyota berkode G20E. Mesin empat silinder itu tengah diuji lewat konsep yang berkembang menjadi prototipe GR Yaris M, dengan posisi mesin di belakang pengemudi.
Kedekatan rancangan inilah yang membuka ruang bagi Toyota untuk memakai satu basis mesin di lebih banyak model. Dengan pendekatan modular, pengembangan tidak lagi berhenti pada mobil performa tinggi, tetapi juga bisa diarahkan ke kendaraan besar yang membutuhkan tenaga besar, karakter torsi kuat, dan efisiensi yang tetap terjaga.
Hybrid Jadi Jalur yang Paling Masuk Akal
Uehara juga tidak menutup pintu bagi pengembangan lain, termasuk versi diesel dengan sistem hybrid penuh. Meski belum ada kepastian apakah Century akan menjadi salah satu model yang kebagian turunan mesin ini, opsi tersebut dinilai logis mengingat posisi Century sebagai lini flagship Toyota.
Mesin V-8 yang dibahas adalah unit 4.0 liter twin-turbo yang secara konsep menggabungkan dua mesin 2.0 liter empat silinder. Mesin ini diperkirakan akan digunakan pada Lexus Sport Coupe mendatang dan Toyota GR GT yang juga segera hadir. Sementara itu, Toyota dan Gazoo Racing belum membuka angka tenaga resmi yang dibidik, meski untuk mesin 2.0 liter turbo empat silinder mereka menargetkan output di atas 400 hp.
Angka 900 Hp Masih Sebatas Rumor
Di tengah spekulasi yang beredar, ada pula kabar bahwa versi V-8 dengan bantuan listrik bisa menembus 900 hp. Namun, angka itu belum pernah dikonfirmasi oleh Toyota, Gazoo Racing, maupun Lexus. Uehara menegaskan bahwa alasan penggunaan V-8 bukan semata soal kapasitas mesin yang besar, melainkan juga kebutuhan untuk mengejar tenaga maksimum, putaran mesin tinggi, dan desain ruang bakar yang sesuai.
Untuk model-model besar, arah penggunaan mesin ini memang terasa paling masuk akal. Land Cruiser LC250 dan LC300, Sequoia, hingga Tundra disebut-sebut sebagai kandidat yang cocok jika Toyota benar-benar membawa V-8 hybrid ke jalur produksi. Dari kubu Lexus, GX dan LX juga dinilai sangat mungkin menerima teknologi serupa karena karakter keduanya yang besar dan premium.
Yang jelas, Toyota tampaknya ingin mesin barunya punya jangkauan penggunaan yang luas agar investasi pengembangannya tidak berhenti pada satu atau dua model performa tinggi. Mesin ini juga dirancang sejak awal agar siap dipadukan dengan elektrifikasi tanpa bergantung pada plug-in hybrid. Uehara bahkan menegaskan, “We are not depending on the PHEV system.” Di tengah regulasi emisi yang makin ketat, strategi itu bisa menjadi jalan tengah antara performa besar dan tuntutan kepatuhan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





