Toyota akhirnya menghidupkan salah satu proyek paling ambisiusnya: Woven City. Setelah hampir enam tahun sejak pertama kali diumumkan di CES 2020, kawasan ini resmi dibuka sebagai kota uji coba yang tidak hanya memamerkan teknologi, tetapi juga dipakai untuk menguji bagaimana mobilitas masa depan bisa benar-benar bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Terletak di kaki Gunung Fuji, Woven City masih tergolong kecil, dengan luas kurang dari satu mil persegi. Namun, ukuran bukan fokus utamanya. Toyota sejak awal menempatkan kota ini sebagai laboratorium hidup, ruang eksperimen bagi startup, pengembang, dan teknologi yang ingin diuji langsung di lingkungan urban yang dirancang khusus.
Kota yang Dibangun untuk Menguji Cara Baru Bergerak
Woven City dibuat dengan pendekatan yang jauh berbeda dari kawasan hunian biasa. Di dalamnya, sinyal lalu lintas dihubungkan ke tiang multifungsi, sementara pejalan kaki mendapat prioritas melalui lampu penyeberangan yang selalu hijau. Rancangan seperti ini memperlihatkan ambisi Toyota untuk menghubungkan infrastruktur, transportasi, dan keselamatan dalam satu sistem yang lebih efisien.
Nuansa futuristisnya makin terasa lewat kehadiran kendaraan otonom dan berbagai teknologi canggih lain yang tersebar di area tersebut. Semua elemen itu tidak sekadar dipajang, melainkan dipakai untuk pengujian nyata. Dengan begitu, Woven City menjadi tempat bagi ide-ide mobilitas yang selama ini baru sebatas konsep.
Tak Hanya Mobil, Kopi Juga Jadi Bahan Uji
Di tengah atmosfer serba digital itu, Toyota juga memasukkan eksperimen yang terdengar sederhana tetapi justru menarik perhatian: sebuah kafe milik perusahaan kopi Jepang, UCC Japan. Kehadiran kafe ini bukan hanya untuk melayani pengunjung, melainkan juga menjadi bagian dari riset tentang pengaruh kopi terhadap kinerja dan relaksasi seseorang.
Data dari kafe tersebut akan dikumpulkan dan dianalisis melalui gambar berbasis AI serta penilaian subjektif. Langkah ini menunjukkan bahwa Woven City tidak dibangun semata-mata untuk kendaraan tanpa sopir, tetapi juga untuk memahami perilaku manusia dalam lingkungan perkotaan yang baru dan terhubung teknologi.
Nvidia Ikut Terdorong oleh Arah Industri Ini
Perkembangan kendaraan otonom juga ikut mengangkat posisi Nvidia, perusahaan chip dan AI yang mencatat pertumbuhan pendapatan dari bisnis otomotifnya. Pada kuartal ketiga, pendapatan otomotif Nvidia naik 1% dibanding kuartal sebelumnya dan melonjak 32% dari tahun lalu, menjadi 592 juta dolar AS.
Langkah Nvidia di sektor ini terus diperluas lewat sejumlah produk dan kerja sama baru. Perusahaan itu memperkenalkan NVIDIA DRIVE AGX Hyperion 10, platform pengembangan kendaraan otonom untuk armada level 4. Nvidia juga bekerja sama dengan Uber untuk memperluas jaringan mobilitas level 4, sekaligus meluncurkan NVIDIA IGX Thor sebagai platform kelas industri untuk menghadirkan AI fisik secara real-time ke tepi.
Di saat Toyota membangun kota untuk menguji masa depan mobilitas, Nvidia menyiapkan lapisan komputasi yang menjadi fondasi di balik ambisi tersebut. Keduanya bergerak di jalur yang sama: menjadikan kendaraan otonom dan sistem pintar bukan lagi wacana, melainkan bagian dari infrastruktur yang bisa dipakai secara nyata.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





