Sejarah Black Friday: Tradisi Pasca Thanksgiving yang Fenomenal

by -173 Views

Sejarah Black Friday: Dari Kepanikan Finansial hingga Ritual Belanja Pasca-Thanksgiving

Black Friday kini identik dengan antrean panjang, diskon besar, dan perburuan barang murah yang memadati toko-toko maupun pusat perbelanjaan di Amerika Serikat. Setiap Jumat pada minggu keempat bulan November, suasana belanja berubah jauh lebih agresif dari hari biasa. Momen ini juga dianggap sebagai penanda tidak resmi dimulainya musim belanja Natal, lalu ikut menyebar ke berbagai negara lewat toko fisik hingga e-commerce.

Istilah yang Tak Lahir dari Dunia Belanja

Meski sekarang lekat dengan promo, sejarah Black Friday justru bermula jauh dari rak diskon. Istilah ini pertama kali dikaitkan dengan kepanikan finansial pada 1869, ketika harga emas melonjak tajam akibat permainan dua investor, Jay Gould dan Jim Fisk. Pada masa lain, frasa yang sama juga dipakai untuk menggambarkan situasi buruk, termasuk absennya para pekerja setelah libur Thanksgiving.

Mulai Populer di Amerika Serikat pada 1950-an

Baru pada era 1950-an, sebutan Black Friday mulai dipakai di Amerika Serikat untuk menggambarkan keramaian belanja sehari setelah Thanksgiving. Sejak itu, istilah tersebut makin mengakar dan digunakan luas untuk menyebut Jumat keempat di bulan November. Awalnya, para pengecer tidak menyukai konotasi negatif dari nama itu. Namun perlahan, mereka justru menerima dan membalik maknanya menjadi simbol ramainya transaksi serta besarnya keuntungan bisnis.

Dari Tradisi Lokal Menjadi Fenomena Global

Dalam perkembangannya, Black Friday berubah menjadi peristiwa budaya sekaligus ekonomi yang dinanti setiap tahun. Setelah Thanksgiving, konsumen di AS biasanya bersiap memburu potongan harga yang dianggap paling besar di akhir tahun. Kini, pola yang sama juga terlihat di banyak negara lain, termasuk melalui diskon besar-besaran di platform belanja online. Dari istilah yang dulu bernada suram, Black Friday justru menjelma menjadi salah satu hari paling sibuk dalam kalender perdagangan modern. Source link