Sejarah Black Friday: Tradisi Pasca Thanksgiving yang Fenomenal

by -92 Views

Black Friday merupakan salah satu hari belanja tersibuk di Amerika Serikat (AS) yang jatuh pada hari Jumat minggu keempat bulan November setiap tahunnya. Hari ini terkenal dengan ramainya aktivitas belanja saat orang-orang berburu diskon besar dan penawaran spesial di toko-toko dan pusat perbelanjaan. Black Friday secara tidak resmi menandai dimulainya musim liburan Natal di AS dan fenomena ini telah menyebar ke negara lain, termasuk diskon besar-besaran di e-commerce.

Sejarah Black Friday tidak memiliki kaitan dengan belanja sebenarnya. Istilah ini awalnya merujuk pada peristiwa kepanikan finansial pada tahun 1869 ketika harga emas melonjak karena dikuasai oleh dua investor, Jay Gould dan Jim Fisk. Namun, istilah “Black Friday” juga digunakan untuk menggambarkan peristiwa negatif lainnya, seperti para pekerja yang tidak masuk kerja setelah Thanksgiving.

Di AS, istilah “Black Friday” mulai digunakan pada tahun 1950-an untuk menggambarkan fenomena orang berbelanja sehari setelah Thanksgiving. Sejak saat itu, istilah ini semakin populer setiap tahunnya untuk menggambarkan rutinitas belanja pada Jumat keempat bulan November. Meskipun awalnya para pengecer kesal dengan konotasi negatif istilah ini, akhirnya mereka menerimanya dan mengubah narasi menjadi simbol keuntungan bagi bisnis mereka.

Black Friday telah menjadi fenomena budaya dan bisnis yang diantisipasi setiap tahunnya. Di tengah perayaan Thanksgiving, masyarakat AS bersiap-siap untuk berburu diskon dan penawaran menarik yang ditawarkan pada hari Jumat tersebut. Semangat belanja ini kini telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia, memperluas dampak fenomena Black Friday yang semakin meluas dari tahun ke tahun.

Source link