Porsche tak lagi bisa mengandalkan nama besar saja untuk menjaga cengkeramannya di pasar Tiongkok. Di tengah gempuran produsen lokal yang bergerak cepat, pabrikan asal Jerman itu justru harus menghadapi kenyataan pahit: penjualannya anjlok dan persaingan berubah jauh lebih agresif dari yang pernah mereka hadapi sebelumnya.
Penjualan Porsche Terus Tertekan di China
Sepanjang 2024, penjualan Porsche di Tiongkok turun 28 persen menjadi 56.887 unit. Tren penurunan itu belum berhenti, bahkan berlanjut hingga September tahun ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar yang dulu menjadi salah satu lumbung penting Porsche kini makin sulit dipertahankan.
CEO Porsche China, Alexander Pollich, mengakui situasi di negara tersebut sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Ia menilai laju inovasi di Tiongkok bergerak sangat cepat, sementara kompetisi di segmen premium semakin ketat. Di saat yang sama, mobil listrik dengan harga lebih murah terus masuk dan menggerus daya tarik merek-merek lama.
Strategi Baru: Kurangi Gerai, Fokus ke Model Inti
Untuk merespons tekanan itu, Porsche mulai mengubah pendekatan bisnisnya. Jumlah gerai dikurangi, sementara fokus diarahkan pada peluncuran model-model baru yang dinilai lebih relevan bagi pasar Tiongkok. Salah satu yang disiapkan adalah SUV bermesin pembakaran baru, di tengah strategi yang diberi nama “Memenangkan Kembali Cina”.
Langkah tersebut juga mencakup peluncuran Cayenne Electric dan 718 EV. Meski begitu, Porsche menegaskan tidak sedang menyiapkan merek kedua. Artinya, perusahaan memilih bertarung dengan identitas utamanya sendiri, meski medan kompetisinya kian keras.
Pasar Premium yang Tak Lagi Ramah
Tekanan yang dialami Porsche bukan kasus tunggal. Mercedes, BMW Group, dan Audi juga mencatat penurunan penjualan di pasar yang kini didominasi produsen mobil lokal. Perubahan ambang batas pajak barang mewah turut memperberat situasi, membuat posisi merek-merek Eropa di Tiongkok semakin menantang.
Bagi Porsche, tantangan di Tiongkok bukan hanya soal angka penjualan, melainkan soal membaca ulang pasar yang bergerak jauh lebih cepat dari perkiraan. Dalam arena yang makin dikuasai pemain lokal, kemampuan beradaptasi kini menjadi syarat utama agar tetap relevan.
Source link





