Volvo Wagon Terakhir di Amerika Tergusur oleh Popularitas SUV

by -195 Views

Volvo Kian Menepi dari Wagon di Amerika, SUV Makin Tak Terbendung

Volvo kembali memberi sinyal paling jelas soal arah bisnisnya di Amerika Serikat: masa depan wagon kian menyempit, sementara SUV terus mengambil alih panggung. Dalam beberapa bulan ke depan, pabrikan asal Swedia itu akan menghentikan penjualan V60 Cross Country di pasar AS. Pemesanan ditutup pada akhir Januari, lalu produksi dijadwalkan berakhir pada April.

Jika rencana itu berjalan sesuai jadwal, V60 bakal menjadi wagon terakhir Volvo yang tersisa di Amerika. Sebelumnya, V60 Polestar Engineered sudah lebih dulu disetop pada awal tahun ini. Perubahan ini menandai berakhirnya satu bab penting bagi Volvo di pasar yang dulu cukup akrab dengan model-model berbodinya panjang dan praktis.

SUV Mengubah Peta, Wagon Kehilangan Ruang

Keputusan Volvo bukan langkah mendadak. Perusahaan secara terbuka mengakui bahwa pergeseran selera konsumen ke SUV menjadi alasan utama di balik menyusutnya lini wagon. Di Amerika Serikat, model dengan posisi duduk tinggi, kabin serbaguna, dan citra lebih modern semakin mendominasi pilihan pembeli.

Dalam kondisi seperti itu, wagon seperti V60 memang harus berjuang lebih keras. Meski menawarkan kepraktisan yang mirip SUV, bentuknya tetap kalah populer di pasar yang kini lebih mengutamakan kendaraan tinggi. Volvo tampaknya memilih mengikuti arus ketimbang memaksa mempertahankan segmen yang kian mengecil.

V60 Masih Menarik, Tapi Tak Lagi Cukup

Secara produk, V60 Cross Country masih punya daya pikat yang tidak kecil. Dengan harga mulai dari $53.495, model ini menggabungkan karakter berkendara khas wagon dengan fungsi yang selama ini menjadi alasan banyak orang menyukai SUV. Paketnya tetap rapi, praktis, dan terasa sangat Volvo.

Namun di pasar Amerika, keunggulan itu belum cukup untuk membalik tren. Penjualan wagon terus menyusut dari tahun ke tahun, dan ruang bagi model seperti V60 makin sempit. Volvo pun berada dalam posisi sulit: mempertahankan identitas lama atau mengikuti arah pasar yang lebih menguntungkan.

Belum Sepenuhnya Hilang dari Peta Global

Meski akan meninggalkan Amerika Serikat, V60 belum benar-benar menghilang. Volvo masih akan menjual model ini di negara lain, sehingga wagon tersebut tetap menjadi bagian dari lini global mereka. Di saat yang sama, merek ini juga masih mempertahankan sedan di beberapa pasar, termasuk ES90 yang sepenuhnya listrik.

Langkah ini memperlihatkan bahwa Volvo belum sepenuhnya memutus hubungan dengan warisan desain yang selama ini melekat pada brand mereka. Hanya saja, di Amerika Serikat, warisan itu kini harus menyerah pada realitas pasar yang jauh lebih menyukai SUV daripada wagon.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.