Pada kuartal terakhir dan sepanjang tahun 2025, Tesla mengumumkan penjualan yang turun lebih dari perkiraan karena persaingan yang semakin ketat dan berkurangnya kredit pajak. Pengiriman global pada kuartal terakhir tahun lalu mencapai 418.227 unit, dengan Model Y dan Model 3 tetap menjadi andalan perusahaan. Namun, penjualan tahunan Tesla menurun dari 1,78 juta pada 2024 menjadi 1,63 juta tahun lalu, menandai penurunan selama dua tahun berturut-turut karena produsen mobil ini bergeser ke AI dan robotika.
Tesla tidak secara spesifik melaporkan penjualan menurut wilayah tertentu, namun berakhirnya kredit pajak federal dan revisi aturan penghematan bahan bakar di AS berdampak pada hasil penjualan. Pengiriman model lain seperti Cybertruck, Model X, dan Model S turun tajam, dengan hanya 11.642 unit terjual pada kuartal terakhir. Perusahaan berharap penjualan Cybertruck akan mencapai lebih dari 200.000 unit namun target tersebut belum tercapai.
Di sisi lain, BYD telah melampaui Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia dengan pertumbuhan penjualan yang signifikan. Tesla diprediksi akan menghadapi persaingan yang lebih ketat dari berbagai merek seperti General Motors, Mercedes-Benz, dan BMW pada tahun 2026. Semua ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Tesla dalam meningkatkan penjualan dan mempertahankan posisinya di pasar mobil listrik global.





