Ptosis: Pengertian dan Penyebab Mata Terlihat ‘Ngantuk’

by -194 Views

Wajah yang tampak lesu atau seperti kurang tidur tidak selalu soal kebiasaan begadang. Dalam sejumlah kasus, penyebabnya bisa berasal dari kelopak mata atas yang turun lebih rendah dari posisi normal. Kondisi ini dikenal sebagai ptosis atau blefaroptosis, dan bukan sekadar persoalan kosmetik. Jika dibiarkan, ptosis dapat memengaruhi kenyamanan hingga penglihatan, terutama bila kelopak mata menutup sebagian area pandang.

Apa Itu Ptosis?

Ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata bagian atas turun dari posisi semestinya. Gangguan ini bisa terjadi pada satu mata maupun keduanya. Meski kerap tidak menimbulkan rasa nyeri, ptosis tetap perlu diperhatikan, apalagi jika muncul tiba-tiba. Pada sebagian kasus, kelopak mata yang turun dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saraf, otak, atau area rongga mata. Karena itu, perubahan pada kelopak mata tidak sebaiknya dianggap sebagai hal biasa.

Berdasarkan tingkat penurunannya, ptosis dibagi menjadi tiga kategori. Ptosis ringan umumnya turun sekitar 2 mm, ptosis sedang sekitar 3–4 mm, sementara ptosis berat lebih dari 4 mm. Pembagian ini penting karena tingkat keparahan bisa menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap aktivitas dan penglihatan seseorang.

Kenapa Mata Bisa Terlihat Seperti “Ngantuk”?

Ptosis dapat muncul sejak lahir atau berkembang kemudian seiring bertambahnya usia. Salah satu penyebab yang paling sering adalah melemahnya otot levator, yaitu otot yang bertugas mengangkat kelopak mata. Ketika otot ini kehilangan kekuatan, kelopak mata perlahan akan tampak turun dan membuat ekspresi wajah terlihat lebih sayu.

Selain proses penuaan, ptosis juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, gangguan neurologis, penyakit sistemik, trauma, efek samping obat, hingga penggunaan lensa kontak dalam jangka waktu sangat lama. Ragam penyebab ini menunjukkan bahwa kelopak mata yang turun bukan kondisi yang bisa langsung disimpulkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganan Harus Sesuai Penyebab

Langkah penanganan ptosis bergantung pada akar masalah dan tingkat keparahannya. Dokter biasanya akan menilai kondisi pasien secara menyeluruh sebelum menentukan terapi yang paling tepat. Bila ptosis sudah mengganggu penglihatan atau menimbulkan masalah yang cukup berarti, operasi sering menjadi pilihan utama.

Pada anak-anak dengan ptosis bawaan, tindakan operasi bahkan bisa dipertimbangkan lebih dini untuk mencegah gangguan penglihatan jangka panjang. Di luar tindakan bedah, ada pula bantuan non-bedah seperti kacamata khusus dengan penyangga atau ptosis crutch yang berfungsi membantu menahan kelopak mata agar tetap terbuka.

Karena bisa berkaitan dengan kondisi medis yang lebih serius, ptosis sebaiknya tidak diabaikan. Jika kelopak mata mulai turun tanpa sebab yang jelas, terlebih bila terjadi mendadak atau disertai keluhan lain, pemeriksaan ke dokter mata menjadi langkah yang paling aman.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.