Perusahaan induk Volvo, Geely, semakin mendekati kenyataan dengan pengembangan sel baterai solid-state miliknya. Paket baterai pertama yang telah selesai dikembangkan akan dipasang ke kendaraan uji yang diperkirakan beroperasi tahun ini. Namun, meskipun teknologi ini sedang dikembangkan, mobil pertama yang akan menggunakan baterai solid-state hanya akan menjadi kendaraan uji. Meski Geely tidak menjual mobil di Amerika Serikat, konsumen di Eropa dan Australia dapat membeli produk-produk dari perusahaan ini.
Geely, yang merupakan perusahaan besar dengan merek seperti Lotus, Zeekr, dan Lynk & Co, selain Volvo, telah menginvestasikan banyak upaya dalam pengembangan teknologi baterai in-house sejak tahun 2010-an. Mereka telah berhasil mencapai densitas energi sekitar 400 watt-jam per kilogram dengan sel eksperimental tanpa cairan mereka, yang jauh lebih tinggi dari baterai lithium-ion saat ini. Selain kapasitas penyimpanan energi yang lebih besar, baterai solid-state juga menawarkan pengisian yang lebih cepat dan tingkat keselamatan yang lebih baik.
Geely bukan satu-satunya perusahaan yang menginvestasikan dalam teknologi baterai solid-state. Banyak perusahaan lain, termasuk Dongfeng, SAIC, Chery, Mercedes-Benz, Stellantis, dan BMW, juga tengah mengembangkan teknologi ini untuk membawa inovasi ini ke pasar massal. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait klaim beberapa perusahaan tentang teknologi baterai solid-state.
Mayoritas perusahaan yang mengembangkan teknologi baterai solid-state menargetkan unit produksi pertama akan hadir di pasaran sekitar tahun 2027 karena kompleksitas dari proses manufaktur elektrolit padat. Meskipun ada kemajuan dalam pengembangan teknologi baterai solid-state, masih diperlukan waktu dan kerja keras untuk membawa teknologi ini ke konsumen secara massal.





