Libur Imlek Menpar: Strategi Tingkatkan Wisatawan

by -79 Views

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melihat bahwa libur Imlek yang bersanding dengan bulan Ramadhan pada tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk meningkatkan jumlah turis baik domestik maupun mancanegara dengan durasi kunjungan yang lebih lama. Kementerian Pariwisata menilai bahwa kombinasi libur Imlek dan awal Ramadhan dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi pelaku industri pariwisata untuk memberikan layanan terbaik kepada wisatawan yang merayakan long weekend Imlek 2026.

Untuk mendorong pergerakan wisatawan, Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat untuk menjelajahi destinasi wisata domestik melalui kampanye #DiIndonesiaAja, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan destinasi. Dengan cuti bersama untuk Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada Senin, 16 Februari, ini akan menciptakan waktu libur yang lebih panjang yang berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata nasional.

Agar perjalanan lebih terencana dan menghindari kepadatan masyarakat di satu titik, penting untuk menetapkan tanggal long weekend lebih awal. Pemasaran tematik Imlek dan Ramadhan dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata dengan fokus pada perjalanan keluarga dan wisata minat khusus, khususnya di destinasi yang menarik bagi wisatawan Imlek dan ramah terhadap wisatawan Muslim.

Optimalisasi promosi digital juga dilakukan dengan memetakan minat pasar dan pola perjalanan, sehingga pesan promosi dapat lebih tepat sasaran, dan mendorong wisatawan untuk menjelajahi destinasi alternatif. Kolaborasi dengan industri pariwisata, pemerintah daerah, dan platform perjalanan dilakukan untuk menyediakan paket wisata, event tematik, serta promosi yang terintegrasi dengan kalender kegiatan daerah.

Komunikasi publik terkait kenyamanan berwisata dan destinasi yang sesuai terus diperkuat untuk memperkuat ketersediaan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Diharapkan dengan strategi pemasaran yang terarah, libur panjang Imlek-Ramadhan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pergerakan wisatawan, memperpanjang durasi kunjungan, serta memberikan dampak ekonomi yang merata bagi daerah.

Source link