Pembentukan Ranting PGRI Kertajaya Cihaur: Kolaborasi Tanpa Sekat Guru

by -86 Views

Pada tanggal 2 April 2026, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Simpenan, Tendi Satriadzi, S.Pd, memimpin proses pembentukan ranting PGRI Kertajaya Cihaur di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Ini merupakan pembentukan ranting terakhir di wilayah Kecamatan Simpenan setelah beberapa ranting sebelumnya sudah terbentuk. Dengan demikian, struktur organisasi PGRI di seluruh wilayah sudah lengkap hingga tingkat ranting.

Dalam proses pemilihan pengurus ranting Kertajaya Cihaur, terpilih tiga tokoh utama yaitu Haris, Soepandi, dan Asep Saepul Rahman. Asep Saepul Rahman ditetapkan sebagai ketua ranting terpilih melalui hasil musyawarah. Tendi Satriadzi menekankan pentingnya penghapusan sekat antar jenjang pendidikan di dalam PGRI, sehingga menjadikan PGRI wadah bersama bagi semua guru tanpa memandang latar belakang pendidikan.

Konsep ranting dalam PGRI kini tidak lagi dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan seperti sebelumnya, melainkan disatukan dalam struktur wilayah seperti ranting Kertajaya Cihaur. Hal ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan rasa memiliki dalam organisasi bagi para guru. Tagline “PGRI Simpenan Bahagia” diangkat sebagai semangat bersama oleh Tendi untuk seluruh anggota, terutama pengurus ranting yang baru terbentuk.

Tendi berharap para guru dapat melaksanakan program-program organisasi melalui kolaborasi aktif dan koordinasi dalam setiap kegiatan. Kolaborasi dianggap sebagai kunci keberhasilan agar PGRI benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh anggota. Selanjutnya, setelah pembentukan seluruh ranting, PGRI Kecamatan Simpenan akan menggelar rapat kerja cabang untuk menyusun program kerja ke depan, perencanaan kegiatan, dan pembahasan anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program organisasi.

Source link