Cara Minum Kopi Aman bagi Penderita Asam Lambung

by -55 Views

Cara Minum Kopi yang Aman bagi Penderita Asam Lambung

Jakarta – Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) sering dialami masyarakat dan dapat memicu gejala tidak nyaman seperti sensasi terbakar di dada, nyeri ulu hati, dan mual. Salah satu pemicu naiknya asam lambung adalah kopi. Meski begitu, penderita asam lambung belum tentu harus menghindari kopi sepenuhnya. Berikut beberapa tips aman agar penderita asam lambung tetap dapat menikmati secangkir kopi dengan risiko yang lebih rendah.

Pilih Kopi dengan Tingkat Keasaman Rendah

Jenis kopi Arabika umumnya mengandung kafein lebih rendah dan tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan kopi Robusta, sehingga lebih ramah bagi penderita asam lambung.

Pilih Kopi yang Melalui Proses Fermentasi Lebih Lama

Kopi yang melalui proses fermentasi lebih lama cenderung memiliki keasaman yang lebih rendah, sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi penderita asam lambung.

Gunakan Kopi dengan Tingkat Sangrai Dark Roast

Kopi dengan tingkat sangrai dark roast memiliki kandungan kafein yang lebih rendah, serta lebih sedikit merangsang produksi asam lambung, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi oleh penderita GERD.

Metode cold brew juga dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi penderita asam lambung karena dapat menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman yang lebih rendah. Namun, sebaiknya melakukan penelitian lebih lanjut terkait manfaat metode ini.

Penderita asam lambung disarankan untuk membatasi konsumsi kopi instan dalam kemasan sachet, serta tidak minum kopi saat perut kosong. Kopi sebaiknya dikonsumsi setelah makan atau dengan camilan ringan. Susu dapat ditambahkan ke dalam kopi untuk mengurangi risiko iritasi lambung. Pastikan juga untuk membatasi jumlah konsumsi kopi agar gejala tidak semakin parah.

Dengan memperhatikan jenis kopi, waktu konsumsi, dan jumlah konsumsi, penderita asam lambung masih dapat menikmati kopi dengan lebih aman. Namun, apabila gejala GERD semakin parah, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Source link