Penyakit yang Muncul Akibat Paparan Asap Kebakaran Hutan
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari tiga juta warga di 37 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak langsung kabut asap akibat karhutla, termasuk Jambi, Riau, dan sebagainya.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
ISPA sering kali dikaitkan dengan paparan asap karhutla karena partikel dan zat pencemar dalam asap dapat mengiritasi saluran pernapasan, meningkatkan risiko ISPA.
Pneumonia
Paparan asap juga meningkatkan risiko pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru.
Asma Dapat Kambuh
Bagi penderita asma, asap dapat memicu kekambuhan gejala asma seperti batuk dan sesak napas.
Penyakit lainnya seperti iritasi mata, kulit, gangguan jantung, sakit kepala, dan lainnya juga dapat muncul atau memburuk akibat paparan asap kebakaran hutan.
Asap Kebakaran Hutan Berbahaya
Asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 yang sangat berbahaya karena dapat terhirup jauh ke dalam paru-paru.
Perhatian khusus perlu diberikan pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan riwayat penyakit tertentu.
Masyarakat di wilayah terdampak disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan memantau gejala kesehatan setelah terpapar asap.
Penanganan karhutla harus lebih dari sekadar memadamkan api, tetapi juga melibatkan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan menjaga kualitas udara agar aman untuk aktivitas sehari-hari.




