Erupsi Gunung Anak Krakatau: Cara Membersihkan Abu Vulkanik yang Masuk ke dalam Rumah
Jakarta (ANTARA) – Erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian setelah abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Dampak erupsi tersebut terasa hingga Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat akibat terbawa angin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau agar masyarakat di wilayah terdampak mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari iritasi mata, kulit, serta gangguan pernapasan.
Sebaran Abu Vulkanik Mengganggu Aktivitas Masyarakat
Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau memperlihatkan bahwa abu vulkanik dapat terbawa angin dan mencapai wilayah yang jauh dari sumber erupsi.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak, penting untuk memperhatikan langkah yang tepat ketika abu vulkanik sudah masuk ke dalam rumah.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Abu Vulkanik Masuk ke dalam Rumah?
1. Tutup pintu dan jendela: Batasi masuknya abu tambahan dengan menutup rapat pintu, jendela, serta celah lain yang memungkinkan udara dari luar masuk. Matikan kipas angin atau pendingin ruangan yang mengambil udara dari luar sementara waktu.
2. Jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering: Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus, sehingga disarankan untuk membersihkannya dengan hati-hati. Gunakan metode yang tidak membuat abu beterbangan.
3. Bersihkan rumah setelah kondisi di luar lebih aman: Lakukan pembersihan di dalam rumah setelah kondisi di luar memungkinkan untuk mencegah abu dari luar kembali masuk ke dalam rumah.
4. Gunakan masker saat membersihkan: Pastikan menggunakan masker yang bisa menyaring partikel, seperti N95, KN95, KF94, atau FFP2. Kemenkes juga menyarankan penggunaan pelindung mata atau goggles.
5. Bersihkan permukaan rumah secara bertahap: Abu yang menempel di meja, lantai, kursi, karpet, dan perabot rumah perlu dibersihkan secara menyeluruh dengan penyedot debu yang memiliki filtrasi tinggi.
6. Jangan mengucek mata jika terkena abu: Jika abu masuk ke mata, jangan menguceknya. Membersihkan mata dengan air dan menggunakan obat tetes mata jika diperlukan.
7. Tetap pantau informasi resmi: Pantau informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Kemenkes terkait perkembangan erupsi, sebaran abu, kualitas udara, serta anjuran aktivitas masyarakat.
Eripsi Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa abu vulkanik dapat mencapai wilayah yang jauh dari sumber erupsi ketika terbawa angin. Dengan langkah yang tepat, risiko paparan abu vulkanik di dalam rumah bisa dikurangi.





